Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Bawa SIKM, Dishub DKI Putar Balik 6.364 Kendaraan

Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta mengungkap bahwa masih banyak masyarakat yang mencoba masuk wilayah Jakarta tanpa membawa Surat Izin Keluar-Masuk DKI Jakarta (SIKM).
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  11:17 WIB
Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo. - Youtube
Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo. - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta mengungkap bahwa masih banyak masyarakat yang mencoba masuk wilayah Jakarta tanpa membawa Surat Izin Keluar-Masuk DKI Jakarta (SIKM).

"Sekarang data kami posisi sampai dengan semalam itu total yang sudah diputarbalikkan di wilayah Jabodetabek yang mencoba masuk itu total 6.364 kendaraan," ujar Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo dalam diskusi virtual bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (28/5/2020).

Syafrin mengungkap bahwa potensi arus balik di ruas jalan menuju Jakarta bisa mencapai 1,8 juta orang, dari perkiraan total warga Jakarta yang terlanjur mudik.

Oleh sebab itu, penjagaan bersama TNI-Polri telah diterapkan secara berlapis di kota asal, di sekitar Jakarta, dan di pintu-pintu masuk menuju Jakarta.

"Pengecekan kami itu tidak hanya di ruas jalan. Memang ada 11 ruas jalan, dua tol dan sembilan di jalan arteri dan kolektor. Tapi juga di terminal yang menjadi satu rujuan di Jabodetabek, yakni Pulogebang. Kemudian juga stasiun, ada Stasiun Gambir yang menjadi satu-satunya pergerakan antarkota di Jabodetabek, serta bandar udara di Cengkareng," tambahnya.

Syafrin mengingatkan, pengendara jangan coba-coba memalsukan SIKM, karena di samping mengecek dokumen identitas diri masyarakat, setiap petugas telah dibekali alat pemindai QR Code untuk mengecek keaslian SIKM.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki dishub dki
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top