Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Corona Jakarta 25 Juni: Covid-19 Tambah 195, Rekor Kedua Era PSBB Transisi

Penambaha kasus Covid-19 sebanyak1, maka kasus positif Covid-19 kumulatif sebanyak 10.472.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  18:05 WIB
Seorang staf menaruh alat uji asam nukleat di pabrik Luoyang Ascend Biotechnology Co., Ltd di Luoyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Maret 2020. - Xinhua/Li Jianan
Seorang staf menaruh alat uji asam nukleat di pabrik Luoyang Ascend Biotechnology Co., Ltd di Luoyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Maret 2020. - Xinhua/Li Jianan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta menyampaikan perkembangan terkini pandemi Covid-19, Selasa (23/6/2020).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Fify Mulyani menjelaskan terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 195 kasus.Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 yang disebabkan  virus corona di wilayah DKI Jakarta sebanyak 10.472.

Berdasarkan data laman corona.jakarta.go.id, angka penambahan kasus Covid-19 pada hari ini menjadi yang nomor dua tertinggi selama era pembatasan sosial berskala besar transisi (PSBBT) setelah terjadi 239 kasus pada 9 Juni 2020.

Dari jumlah kumulatif hari ini, 5.434 orang dinyatakan telah sembuh atau bertambah 113 orang, sedangkan 631 orang meninggal dunia atau hanya bertambah 3 orang.

"Sampai dengan hari ini kami laporkan, 1.338 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 3.069 orang melakukan self isolation di rumah," paparnya.

Sedangkan untuk orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 25.647 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 17.295 orang.

Tes Covid-19

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR, dengan membangun Laboratorium Satelit Covid-19, berlokasi di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu dan RSUD Duren Sawit sejak 9 April 2020 dan membangun jejaring dengan 41 laboratorium pemeriksa Covid-19.

"Secara kumulatif, pemeriksaan PCR sampai dengan 24 Juni 2020 sebanyak 270.854 sampel. Pada 24 Juni 2020, dilakukan tes PCR pada 4.895 orang, 3.927 di antaranya dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru, dengan hasil 195 positif dan 3.732 negatif," jelasnya.

Untuk tes cepat, total sebanyak 212.208 orang telah menjalani rapid test, dengan persentase positif Covid-19 sebesar 4 persen, dengan rincian 7.832 orang dinyatakan reaktif Covid-19 dan 205.376 orang dinyatakan non-reaktif.

"Untuk kasus reaktif akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab secara PCR dan apabila hasilnya positif dilakukan rujukan ke Wisma Atlet atau RS atau dilakukan isolasi secara mandiri di rumah," kata Fify.

Peta Persebaran

Kelurahan yang terinfeksi Covid-19 bertambah dari angka 262 ke 263 kelurahan dari total 267 kelurahan di DKI Jakarta.

Jumlah kasus menunggu hasil yang sebelumnya sempat naik drastis, kini bertahan di angka 18.203 calon kasus. Sementara yang positif tapi belum diketahui lokasinya naik ke angka 1.261 kasus.

Untuk persebarannya, Pademangan Barat (175 orang) yang naik lima kasus dari hari sebelumnya, kini bertahan menjadi pemuncak menyalip Sunter Agung yang naik dua kasus ke angka 171 orang.

Disusul Penjaringan (139 orang) yang menyalip Petamburan (136 orang), dan Kenari dengan 117 kasus. Kini, kelurahan dengan angka kasus di atas 100 lainnya bertambah satu kelurahan, yakni Sunter Jaya yang tadinya ada di angka 98 orang, menjadi 105 kasus.

Kemudian, Kebon Kacang tetap 95 orang, Tomang naik dari 76 orang ke 79 orang, Kampung Tengah masih 77 orang, disusul Jembatan Besi yang naik drastis dari 66 kasus ke 76 kasus.

Kebon Melati justru turun ke angka 75 kasus, disusul Pegangsaan dan Pondok Bambu dengan jumlah yang sama.Sementara Palmerah tetap 72 orang, Duri Kepa sebagai pendatang baru naik ke angka 69 kasus.

Kota Bambu Utara tetap di angka 68 kasus, disusul Cempaka Putih Timur pun tetap 67 kasus, namun Kramat dan Pondok Kelapa naik satu sehingga menyamai Kebon Jeruk dengan angka 64 kasus, Maphar tetap 62 orang, disusul Tanah Tinggi dengan jumlah yang sama.

Jajaran '50 plus' lain tampak silih berganti, kini ada Paseban (59 orang), Lagoa (58 orang), dan Jati Pulo (56 orang) yang menyalip Kelapa Gading Barat, Pegadungan, atau Klender yang kini hilang dari jajaran top kasus Positif Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top