Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Masih Rawan Covid-19, Edukasi Protokol Kesehatan Urgen

Sosialisasi penting untuk mengimbangi lapisan pedagang yang masih 'cuek' karena tak percaya pada Covid-19 atau mengangapnya konspirasi semata.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  20:50 WIB
Kondisi kios-kios yang tutup di Pasar Gembrong Cempaka Putih, Rabu 24 Juni 2020. - Antara/Lvia Kristianti)
Kondisi kios-kios yang tutup di Pasar Gembrong Cempaka Putih, Rabu 24 Juni 2020. - Antara/Lvia Kristianti)

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar tradisional masih menjadi salah satu tempat potensial penularan Covid-19. Oleh sebab itu, edukasi secara masif terkait perlindungan diri lewat protokol kesehatan perlu terus digelar.

Ketua Umum Gerakan Pakai Masker (GPM) Sigit Pramono mengungkap bahwa pihaknya menargetkan akan menggelar sosialisasi ini di 9.200 pasar.

Sosialisasi itu, jelas dia, dimulai dengan penyuluhan untuk penyuluh kepada pengelola pasar atau kepala pasar se-Jabodetabek yang dihelat bersama dan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) bersama Bank BRI. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari 277 pengelola pasar tradisional di kawasan Jabodetabek.

"Harapannya, tidak ada lagi pasar yang ditutup sementara tiga hari, seperti di Jakarta. Karena kalau tidak ada edukasi yang terus-menerus, pedagang itu sendiri yang merugi," ujarnya ketika membuka penyuluhan, Rabu (24/6/2020).

Pasar-pasar yang pernah memiliki kasus ini di antaranya seperti Pasar Lontar, Gondangdia, Petojo Enclek, Serdang, Rawasari, Tomang Barat, Slipi, Cijantung Ciracas, Palmeriam, Perumnas, Klender, Pesanggrahan, Kebayoran Lama, Pondok Labu, Warung Buncit, Pasar Minggu, Lenteng Agung, Kelapa Gading, Kramat Jati.

Salah satu penyuluh, Sugeng Ibrahim, Ahli Biomedik dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Unika Soegijapranata Semarang menjelaskan acara ini penting untuk mengimbangi lapisan pedagang yang masih 'cuek' karena tak percaya pada Covid-19 atau mengangapnya konspirasi semata, sehingga tidak mempraktikkan protokol kesehatan dengan baik.

Sugeng pun menampilkan gambar-gambar terkait dampak Covid-19 di paru-paru, prostat, hingga kaki, yang punya bahaya menghambat sirkulasi oksigen dalam tubuh.

Oleh sebab itu, Sugeng berharap besar para pengelola pasar mampu membuat disiplin pedagang dan pengunjungnya memakai masker dan face shield demi mencegah risiko penularan.

"Pintu masuk virus ke manusia, paling banyak melalui saluran nafas. Jadi pada studi yang dilakukan, 75-80 persen itu masuk melalui mulut atau hidung, bertahan di tenggorokan bagian bawah, baru turun ke paru-paru. Sisanya itu masuk melalui selaput bening pada mata," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Asparindo Joko Setiyanto mengatakan edukasi ini penting demi meningkatkan ketegasan dan awareness warga pasar terkait protokol kesehatan.

Joko turut serta membawa beberapa pasar anggota DPP Asparindo dari berbagai kota sebagai peserta penyuluhan menemani peserta dari Jabodetabek, yang di antaranya terdiri dari pengelola pasar di DKI Jakarta Perumda Pasar Jaya, dari Kota Bogor ada Perumda Pasar Pakuan Jaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta Pasar Tradisional covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top