Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wabah Corona Bikin Penumpang MRT Berkurang 4.000 Orang Sehari

"Ini memang mengubah seluruh skenario kita bagaimana melakukan bisnis. Jadi, tdak bisa lagi MRT bersandar pada penumpang," kata William.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  13:34 WIB
Penumpang berada di dalam MRT Jakarta, di Jakarta, Senin (6/4/2020). Pasca diterbitkannya Permenkes tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka Percepatan Penanganan COVID-19, moda transportasi MRT, KRL, LRT, dan Transjakarta mulai dilakukan pembatasan armada dan jam operasional. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Penumpang berada di dalam MRT Jakarta, di Jakarta, Senin (6/4/2020). Pasca diterbitkannya Permenkes tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka Percepatan Penanganan COVID-19, moda transportasi MRT, KRL, LRT, dan Transjakarta mulai dilakukan pembatasan armada dan jam operasional. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabanda membeberkan, jumlah penumpang MRT Jakarta menurun drastis akibat pandemi Covid-19 yang disebabkan Virus Corona.

Penurunan penumpang pada bulan April 2020 berjumlah 4.059 orang per hari.

"Memang kita mengalami penurunan drastis dari sisi penumpang  dari total Februari 88 ribu penumpang (per hari), kita turun sampai 4 ribu pada bulan April. Alhamdulillah  bulan Juni ini naik," ujar William dalam rapat kerja dengan Komisi B DPRD DKI Jakarta pada Rabu (8/7/2020).

Secara akumulatif, jumlah penumpang MRT Jakarta pada bulan  April 2020 sebanyak  121.757 orang.

Sementara, berdasarkan data yang diterima Bisnis, jumlah penumpang pada bulan Mei 2020 hanya 1.405 orang per hari, sehingga total jumlah penumpang di bulan Mei 2020 sebanyak 43.544 orang.

Dengan demikian, menurut William, target maksimal jumlah penumpang MRT Jakarta pada tahun ini hanya di sekitar 60 ribu.

"Ini memang mengubah seluruh skenario kita bagaimana melakukan bisnis. Jadi, tdak bisa lagi MRT bersandar pada penumpang," kata William.

Hanya saja, dia mengklaim jumlah penumpang pada pekan awal bulan Juli 2020 sudah mencapai 22 ribu orang.

Kendati demikian, dia menegaskan, pihaknya bakal tetap menerapkan protokol kesehatan selama berlangsungnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di Provinsi DKI Jakarta.

Sebelumnya, PT MRT Jakarta optimistis raihan laba perusahaan pada tahun ini sama dengan capaian pada tahun lalu di kisaran Rp70 miliar, dengan catatan masa transisi pandemi Covid-19 menuju new normal berhasil dilalui DKI Jakarta sesuai dengan jadwal.

Sabandar mengatakan pihaknya telah memperkirakan pendapatan tiket (farebox) dari ridership bakalan anjlok akibat pandemi Covid-19. Namun, dengan kondisi Jakarta yang kini telah memasuki masa PSBB transisi menuju new normal, William mengaku optimistis masih bisa menerapkan skenario moderat.

Dalam skenario ini, MRT Jakarta memperkirakan periode Juni-September sebagai masa rebound untuk menggaet penumpang kembali, dan Oktober-Desember sebagai masa stabil diiringi dengan meningkatkan pendapatan nontiket (nonfarebox).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mrt Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top