Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rumah DP Nol Rupiah Pemprov DKI Dikritik PKS Terlalu Berbelit-belit

Rumah DP Nol rupiah Pemerintah DKI yang dinilai masih belum optimal lantaran proses kepemilikan rumah DP nol rupiah yang berbelit-belit.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  16:38 WIB
Gubernur DKI Jakarta memukul beduk diiringi dengan tabuhan rebana oleh Pejabat Pemprov DKI Jakarta sebagai simbolisasi peresmian hunian DP 0 rupiah.  - Bisnis/Dian Asmita Aisyah
Gubernur DKI Jakarta memukul beduk diiringi dengan tabuhan rebana oleh Pejabat Pemprov DKI Jakarta sebagai simbolisasi peresmian hunian DP 0 rupiah. - Bisnis/Dian Asmita Aisyah

Bisnis.com, JAKARTA - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta menyoroti program Rumah DP Nol rupiah Pemerintah DKI yang dinilai masih belum optimal lantaran proses kepemilikan rumah DP nol rupiah yang berbelit-belit.

"Program DP nol rupiah masih mengalami banyak kendala, proses yang masih berbelit dan persyaratan yang sulit memyebabkan program ini mandek dan kurang optimal," ujar anggota Fraksi PKS, Taufik Zoelkifli dalam rapat paripurna, Senin (27/7/2020).

Taufik mengatakan serapan anggaran untuk program penataan kawasan pemukiman dan perumahan tahun 2019 masih rendah yaitu hanya 61,07 persen dengan rincian dana dianggarkan sebesar Rp 552,66 miliar dan terealisasikan sebesar Rp 337,53 miliar.

Selain itu kata dia anggaran yang telah disiapkan Pemerinntah DKI untuk penataan pemukiman pinjaman uang muka (DP) juga tidak terserap maksimal. 

Taufik mengatakan hal tersebut berdampak kepada Pemerintah DKI belum berhasil menyediakan hunian yang layak dan terjangkau kepada warga. Padahal rumah DP nol persen merupakan salah satu program unggulan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Taufik meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengevaluasi dan memperbaiki pelaksanaan program Rumah DP Nol rupiah. "Jangan sampai program yang bagus dan sesuai dengan kebutuhan warga ini menjadi gagal dan tidak berjalan hanya karena prosedurnya yang rumit," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta anies baswedan

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top