Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anies Baswedan: Kami Tak Sekadar Turunkan Angka Kasus Corona, tapi...

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin menurunkan tingkat penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat bukan hanya menurunkan angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  14:41 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajaran Forkopimda meluncurkan  aplikasi Jakarta Utara Sehad di Kantor Polres Jakarta Utara pada Kamis (23/7/2020). - Istimewa
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajaran Forkopimda meluncurkan aplikasi Jakarta Utara Sehad di Kantor Polres Jakarta Utara pada Kamis (23/7/2020). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan membocorkan bakal ada peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 584 kasus di wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Rabu (29/7/2020).

“Setiap hari kita mendengar laporan kasus per hari di atas 400, nanti akan diumumkan sore ini, jumlah persisnya kita akan ada 584 kasus baru. Kenapa di DKI jumlah kasusnya tinggi karena di DKI mengambil strategi mencari orang-orang yang terpapar lalu diisolasi,” kata Anies dalam webinar tentang Salat Iduladha dan Kurban di Masa Pandemi, pada Rabu (29/7/2020).

Ihwal peningkatan kasus itu, Anies beralasan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin menurunkan tingkat penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat bukan hanya menurunkan angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan demikian, dia mengatakan, strategi pelacakan aktif tersebut dapat memberikan data yang riil ihwal kondisi terkini Covid-19 di DKI Jakarta.

“Kalau DKI hanya ingin nampak angkanya kecil maka pemerintah provinsi tidak usah melakukan testing dijamin angka Covid-19 langsung turun, tetapi masalahnya wabahnya tidak turun, wabahnya akan jalan terus tetapi kita akan dapat pesan yang salah karena di luar sana masih ada wabah tetapi kita tidak aktif mencari,” tuturnya.

Dia menegaskan pihaknya tetap konsisten melakukan active case finding (ACF) untuk menjaring setiap orang yang terinfeksi baik dengan gejala atau tanpa gejala (OTG).

“Secara target untuk satu Jakarta minimal dilakukan tes sebanyak 10 ribu orang per minggu, tetapi kami kerjakan 40 ribu per minggu dari tes itu ditemukan 6,3 persen positif. Dari 6,3 persen itu lah kalau tidak ketahuan akan bisa menularkan virus lebih banyak lagi,” kata dia.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan jika data Covid-19 masih bergerak seperti saat ini maka pihaknya bakal tetap memperpanjang PSBB transisi fase I. Malahan, dia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memiliki rencana untuk kembali memberlakukan PSBB jika data Covid-19 memburuk dengan adanya peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan.

“Tapi kalau semakin memburuk tidak mustahil kembali ke PSBB,” ujar Ariza.

Kendati demikian, dia menegaskan, semua kebijakan itu bakal dilandaskan pada data Covid-19 terkait dengan angka Rt atau tingkat penyebaran Virus Corona di tengah masyarakat.

"Semua data itu akan kami pantau kami koordinasi dengan pemerintah pusat dengan Gugus Tugas pusat dengan para pakar para ahli semuanya instansi atau unit terkait dan semuanya akan kita putuskan bersama,” kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies baswedan Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top