Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Iduladha, Dinas KPKP Jaring 163 Ekor Hewan Kurban Tak Penuhi Syarat

Darjamuni memerinci 163 hewan kurban yang tidak memenuhi syarat itu terdiri dari 67 hewan kurban yang sakit, enam hewan kurban ditemukan cacat dan 90 hewan kurban lainnya tidak cukup umur.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  08:42 WIB
Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan telah memeriksa 712 ekor hewan kurban di wilayah Setiabudi menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1441 Hijriah pada 31 Juli 2020. - beritajakarta.id
Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan telah memeriksa 712 ekor hewan kurban di wilayah Setiabudi menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1441 Hijriah pada 31 Juli 2020. - beritajakarta.id

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Kelautan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Darjamuni mengungkapkan terdapat 163 ekor hewan kurban yang tidak memenuhi syarat setelah dilakukan pengecekan di sejumlah tempat penampungan hewan kurban hingga Rabu (29/7/2020).

“Temuan itu berdasarkan hasil kegiatan pelayanan kesehatan hewan di sejumlah Tempat Penampungan Hewan Kurban Kurban 2020 hingga kemarin,” kata Darjamuni melalui pesan tertulis kepada Bisnis, Kamis (30/7/2020).

Darjamuni memerinci 163 hewan kurban yang tidak memenuhi syarat itu terdiri dari 67 hewan kurban yang sakit, enam hewan kurban ditemukan cacat dan 90 hewan kurban lainnya tidak cukup umur.

“Adapun hingga saat ini sudah 1.033 lokasi tempat penampungan hewan kurban yang telah diperiksa dengan jumlah pedagang mencapai 1.089 orang,” ujarnya.

Dia mengatakan 64.699 hewan kurban telah diperiksa ihwal kesehatannya yang disiapkan oleh ribuan pedagang tadi.

Sebanyak 64.699 hewan kurban itu meliputi 19.358 sapi, 504 kerbau, 5.517 domba dan 39.320 kambing.

Adapun, mengenai harganya, untuk sapi mencapai Rp15 juta hingga Rp100 juta, kambing dan domba sebesar Rp1,5 juta hingga Rp7 juta. Harga kerbau mencapai Rp17 juta hingga Rp30 juta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk turut memperhatikan protokol kesehatan di samping syariat islam dalam kegiatan pemotongan hewan kurban menjelang perayaan Iduladha 1441 H pada masa pandemi Covid-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan teknologi digital untuk melaksanakan jual beli hewan kurban dalam rangka mencegah kerumunan di tengah masyarakat.

“Di satu sisi kita bisa mendatangi panitia penyelenggaran Iduladha di Masjid sekitar rumah atau bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat yang sudah berpengalaman dalam pemotongan hewan kurban sampai dengan pembagian daging kurban,” kata Anies melalui keterangan video yang diunggah dalam akun instragam miliknya pada Selasa (28/7/2020).

Anies menerangkan terdapat empat poin terkait dengan protokol kesehatan selama pemotongan dan distribusi daging kurban di tengah pandemi Covid-19. Pertama, pemotongan hewan kurban hanya dihadiri panitia kurban yang dibatasi jumlahnya untuk mencegah kerumunan dan menjaga jarak aman di lokasi pemotongan.

“Kedua, masyarakat yang tahun ini membeli hewan kurban supaya tidak menghadiri langsung lokasi pemotongan. Kita percayakan kepada panitua untuk melakukan pemotongan hewan kurban sampai distribusi daging kurban, insyallah mereka bisa amanah,” kata Anies.

Ketiga, masyarakat mesti menjaga kelompok masyarakat berisiko tinggi jika tertular seperti anak-anak, orang tua, atau kelompok yang memiliki penyakit bawaan.

“Keempat secara khusus kami meminta kepada para panitia Iduladha agar daging kurban bisa disitribusikan secara langsung kepada para Mustahik sejak tahun lalu Pemprov DKI juga turut mengolah daging kurban itu menjadi makanan siap saji, supaya lebih awet dan langsung bisa dikonsusi sehingga tidak perlu memasak dan mengeluarkan biaya tambahan,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hewan kurban iduladha
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top