Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PSI Pertanyakan Uang Komitmen Formula E ke Pemprov DKI Jakarta

PSI menilai tidak ada kemauan politik dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengembalikan uang comitment fee Formule E.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 02 September 2020  |  20:12 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengikuti konvoi Jakarta E-Prix 2020 menaiki mobil listrik BMW i8 Roadster yang dibawa oleh pebalap Formula 2 Sean Gelael menuju Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2019). - Antara
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengikuti konvoi Jakarta E-Prix 2020 menaiki mobil listrik BMW i8 Roadster yang dibawa oleh pebalap Formula 2 Sean Gelael menuju Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Ketua Komisi E dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Anggara Wicitra Sastroamidjojo mempertanyakan ihwal anggaran formula E yang telah dibayarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam bentuk uang commitment fee sebesar Rp560 miliar.

Pada APBD 2019, Pemprov DKI membayar commitment fee sebesar Rp360 miliar untuk pelaksanaan Formula E tahun 2020. Sementara itu, pada APBD 2020 juga telah dibayarkan commitment fee sebesar Rp 200 miliar untuk pelaksanaan Formula E tahun 2021.

Anggara mengatakan pelaksanaan Formula E tahun 2020 yang sedianya dilakukan bulan Juni telah dibatalkan akibat pandemi Covid-19. Sedangkan, menurut dia, Formula E tahun 2021 belum ada kejelasan.

“Sampai sekarang belum jelas bagaimana nasib uang commitment fee yang sudah terlanjur dibayarkan sebesar Rp560 miliar,” kata Anggara dalam konferensi pers seusai menghadiri Rapat Paripurna ihwal Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2019 pada Rabu (2/9/2020).

Dia menuturkan tidak ada kemauan politik atau political will dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengembalikan uang comitment fee itu. Padahal, menurut dia, pemerintah provinsi DKI Jakarta tengah defisit anggaran.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjamin tak ada biaya yang terbuang percuma, berkaitan dengan keputusannya menunda penyelenggaraan ajang balap mobil listrik Formula E di tengah wabah virus Corona (Covid-19).

"Tidak ada [biaya penyelenggaraan atau commitment fee] yang hangus. Jadi kalau dari sisi biaya, tidak ada yang hangus karena memang ini adalah force majeure," ujar Anies, Rabu (11/3/2020).

Menurut catatan Bisnis, biaya komitmen Formula E yang akan diselenggarakan selama 5 tahun di Jakarta, tercatat telah dianggarkan murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov DKI Jakarta selama dua musim.

Keduanya dianggarkan untuk Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov DKI Jakarta, yakni senilai Rp360 miliar yang telah dibayarkan untuk biaya komitmen penyelenggaraan musim 2019/2020. Tercatat dalam APBD Perubahan 2019.

Kemudian, senilai £22 juta (setara Rp379 miliar) untuk biaya komitmen penyelenggaraan musim 2020/2021 yang tercatat dalam APBD 2020. Biaya ini baru dianggarkan dan akan dibayarkan menjelang pembukaan perlombaan musim 2020/2021.

Sementara itu, pembuatan infrastruktur sirkuit lewat Penyertaan Modal Daerah (PMD) Rp305 miliar dalam APBD 2020 kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro), progresnya masih terus berjalan walaupun anggaran belum keluar sepenuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies baswedan pemprov dki jakarta partai solidaritas indonesia Formula E Championship
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top