Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sopir Angkot Langgar PSBB, Pemilik Dikenai Sanksi

Sanksi pelanggaran aturan pembatasan kapasitas kendaraan umum akan langsung diberikan kepada pemilik kendaraan atau pun operator yang menaungi sopir pelanggar aturan itu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 September 2020  |  13:37 WIB
Pemeriksaan kelengkapan surat.  - ANTARA
Pemeriksaan kelengkapan surat. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo merencanakan membuat pamflet atau selebaran yang ditujukan bagi para pengemudi angkutan umum, khususnya angkutan kota (angkot) terkait pengaturan kapasitas kendaraan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena masih ditemukan banyak pelanggaran aturan itu.

"Kita akan buat semacam aneka pamflet. Untuk kita bagikan kepada para sopir angkutan umum tentang pembagian posisi penumpang di bagian belakang untuk angkutan kota, pengaturannya seperti apa, itu yang sesuai ketentuan," kata Sambodo saat ditemui dalam Operasi Yustisi yang digelarnya di depan Gedung Kapal Api, Tanah Abang, Senin (21/9/2020).

Sambodo mengatakan materi sosialisasi pengaturan pembatasan kapasitas kendaraan umum selama PSBB tidak hanya akan dibagikan kepada sopir angkot, tapi juga kepada pengendara dan operator angkutan umum lainnya yang beroperasi di Jakarta.

"Ya, semua angkutan umum (akan diberi sosialisasi). Angkot, taksi, bajaj, Jaklingko (mikrotrans),TransJakarta, itu semua diatur dalam SK Kadishub nomor 156 itu," ujar Sambodo.

Sanksi pelanggaran aturan pembatasan kapasitas kendaraan umum akan langsung diberikan kepada pemilik kendaraan atau pun operator yang menaungi sopir pelanggar aturan itu.

"Sanksinya tidak ditunjukkan kepada pengemudi, tapi sanksi ditunjukkan kepada pelaku usaha, pemilik dari angkutan tersebut. Bila ada pelanggaran pertama akan diberikan peringatan tertulis. Kalau ada pelanggaran berikutnya dendanya bisa Rp50 juta, pelanggaran berikutnya Rp100 juta dan selanjutnya lagi ketiga dan keempat Rp150 juta," kata Sambodo.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 26 kendaraan umum, khususnya angkutan kota (angkot) terjaring dalam Operasi Yustisisi yang digelar oleh Ditlantas Polda Metro Jaya bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta di pos pengawasan Kapal Api, Tanah Abang, Senin (21/9/2020).

"Hari ini kita fokus kapasitas penumpang 50 persen serta pengaturannya," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di sela-sela operasi Yustisi di depan Gedung Kapal Api.

Berdasarkan pantauan di lokasi, semua angkot yang terjaring rata-rata memahami aturan pembatasan kapasitas hanya untuk penumpang dan bukan untuk keseluruhan kapasitas kendaraan.

Dengan demikian, banyak angkot yang terjaring karena kedapatan membawa penumpang lebih dari lima orang.

Beberapa pengemudi angkot itu bahkan tidak terima saat dijaring, karena merasa telah mengangkut penumpang sesuai aturan pembatasan 50 persen.


 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

angkot Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top