Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bila PSBB Tak Diperpanjang, Anies: Kasus Aktif Covid-19 Bisa 20.000

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperkirakan jumlah kasus positif Covid-19 harian bakal menyentuh angka 2.000 pada Oktober bila PSBB tak diperpanjang.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 24 September 2020  |  18:12 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membahasa rencana pembukaan bioskop di Jakarta, Rabu (26/8/2020), di Graha BNPB. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membahasa rencana pembukaan bioskop di Jakarta, Rabu (26/8/2020), di Graha BNPB. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan penambahan kasus harian konfirmasi positif Covid-19 bakal menyentuh angka 2.000 pada Oktober apabila Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak mengambil opsi untuk memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk ketiga kalinya.

Di sisi lain, menurut Anies, kasus aktif konfirmasi positif Covid-19 bakal mencapai angka 20.000 pada awal November apabila Pemprov melonggarkan PSBB pada akhir September ini.

“Tanpa pembatasan ketat dan dengan tingkat pengetesan tetap seperti saat ini, pertambahan kasus harian di Jakarta diprediksi akan mencapai 2.000 per hari pada pertengahan Oktober, sedangkan kasus aktif akan mencapai 20.000 pada awal November,” kata Anies melalui keterangan resmi pada Kamis (24/9/2020).

Seperti diketahui, lanjut Anies, jumlah orang dites di Jakarta terus meningkat seiring dengan bertambahnya kapasitas testing. Hingga 23 September, Jakarta telah melakukan tes PCR terhadap 857.863 orang atau 80.588 orang per sejuta penduduk.

“Kapasitas tes di Jakarta per minggu lebih dari 6 kali lipat standar WHO, yang mana WHO menetapkan standar jumlah tes ideal bagi setiap wilayah sebanyak 1 orang per 1.000 populasi setiap minggu,” ujarnya.

Berdasarkan pertimbangan itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memutuskan untuk memperpanjang kembali PSBB ketat hingga 11 Oktober 2020 mendatang.

Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman memperkirakan Provinsi DKI Jakarta melampui gelombang pertama Pandemi Covid-19 pada sebelum akhir tahun 2020.

Dicky berpendapat prediksi itu berdasar pada cakupan testing DKI Jakarta yang cenderung stabil dalam batas yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Untuk DKI Jakarta dan sekitarnya bisa diperkirakan sebelum akhir tahun ini gelombang pertama bisa selesai. Bahwa DKI Jakarta bisa mengalami gelombang berikutnya tentunya tetap ada,” ujar Dicky melalui pesan suara dari Australia, Selasa (22/9/2020).

Stabilitas kapasitas testing, menurut Dicky, memiliki modal yang pasti secara keilmuan untuk melandaikan kurva pandemi Covid-19 di DKI Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top