Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anies Klaim Kurva Covid-19 DKI Melandai, Ini Faktanya

Hingga 23 September, Jakarta telah melakukan tes PCR terhadap 857.863 orang atau 80.588 orang per sejuta penduduk.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 24 September 2020  |  18:41 WIB
Ilustrasi- Calon vaksin Covid-19 - Jhonson & Jhonson
Ilustrasi- Calon vaksin Covid-19 - Jhonson & Jhonson

Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim telah terjadi pelandaian kurva penambahan kasus harian Covid-19 di Jakarta.

Pelandaian, ujar Anies, terjadi setelah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 12 hari.

Pada 12 hari pertama bulan September atau semasa PSBB transisi, ujar Anies, pertambahan kasus aktif Covid-19 sebesar 3.864 atau sekitar 49 persen.

Setelah itu, ketika periode PSBB jilid kedua. penambahan jumlah kasus aktif berkurang menjadi 12 persen atau 1.453 kasus.

“Kini, 12 hari keputusan menarik rem darurat, peningkatan kasus positif dan kasus aktif memang masih terjadi, namun tampak jelas telah melambat atau mendatar," ujar Anies.

Dia menyebutkan kasus positif masih bertambah lebih banyak seiring peningkatan tes, namun proporsi penambahannya turun.

"Kasus aktif yang juga masih meningkat tampak melambat secara signifikan, yaitu 1,453 kasus aktif atau 12 persen tambahan dari 12 hari sebelumnya,” kata Anies, dalam keterangan resmi, Kamis (24/9/2020).

Analisa penambahan kasus harian konfirmasi positif Covid-19 DKI Jakarta selama dua pekan awal bulan September 2020. Sumber : Dinas Kesehatan DKI Jakarta

Selain itu, Anies menjelaskan, pelandaian pertambahan kasus harian sejak pengetatan PSBB tampak pada grafik kasus onset, juga pada nilai Rt atau reproduksi virusnya.

Pada awal September, nilai Rt Jakarta adalah 1,14 dan saat ini berkurang menjadi 1,10.

“Artinya, 100 orang berpotensi menularkan virus kepada 110 orang lainnya. Untuk itu, penularan harus terus ditekan hingga nilai Rt di bawah 1,00,” jelas Anies.

Di sisi lain, dia juga menyoroti kepatuhan masyarakat DKI Jakarta tetap tinggal di rumah selama Pandemi Covid-19 masih relatif baik.

“Pelandaian yang mulai tampak belakangan ini juga seiring dengan peningkatan jumlah penduduk yang tetap berada di rumah saja," ujar Anies.

Disebutkan Anies Tim FKM UI memperhitungkan diperlukan minimal 60 persen penduduk diam di rumah saja agar penularan wabah melandai dan mulai berkurang.

"Saat ini, masih sekitar 50 persen penduduk diam di rumah saja,” tuturnya.

Jumlah orang dites di Jakarta terus meningkat seiring dengan bertambahnya kapasitas testing.

Hingga 23 September, Jakarta telah melakukan tes PCR terhadap 857.863 orang atau 80.588 orang per sejuta penduduk.

“Kapasitas tes di Jakarta per minggu lebih dari 6 kali lipat standar WHO, yang mana WHO menetapkan standar jumlah tes ideal bagi setiap wilayah sebanyak 1 orang per 1.000 populasi setiap minggu,” ujar Anies.

Berdasarkan pertimbangan itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memutuskan untuk memperpanjang kembali PSBB ketat hingga 11 Oktober 2020 mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta anies baswedan who covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top