Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mulai Januari 2021 Anies Wajibkan Uji Emisi Mobil dan Motor, Ini Sanksinya

Wajib uji emisi gas buang dilakukan paling sedikit satu kali dalam satu tahun yang dilaksanakan di tempat uji emisi dan dilakukan oleh teknisi uji emisi.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 30 September 2020  |  13:59 WIB
Petugas melakukan uji emisi kendaraan bermotor - JIBI
Petugas melakukan uji emisi kendaraan bermotor - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA — Mulai Januari 2021 mendatang seluruh masyarakat DKI Jakarta yang memiliki kendaraan bermotor roda dua atau empat dengan usia lebih dari tiga tahun wajib melakukan uji emisi gas buang kendaraan bermotor. 

Amanat itu tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Nomor 66 tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan bermotor yang disahkan pada 22 Juli 2020 lalu.

Dalam pasal tiga ayat (2) disebutkan, wajib uji emisi gas buang dilakukan paling sedikit satu kali dalam satu tahun yang dilaksanakan di tempat uji emisi dan dilakukan oleh teknisi uji emisi.

Nantinya, Dinas Lingkungan Hidup bersama dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik melakukan pengintegrasian Sistem Informasi Uji Emisi dengan sistem informasi terkait dalam rangka menciptakan keterpaduan pembangunan, pengembangan dan pengelolaan sistem informasi uji emisi.

“Sistem Informasi Uji Emisi dapat diakses oleh Dinas Perhubungan dan Kepolisian dalam rangka melaksanakan pemeriksaan uji emisi gas buang Mobil Penumpang Perseorangan dan Sepeda Motor,” ujar Anies sebagaimana tertuang dalam Pergub itu.

Pemeriksaan kepatuhan pelaksanaan wajib uji emisi gas buang dan pemenuhan Ambang Batas Emisi dilakukan di jalan atau fasilitas parkir.

Dalam pergub itu juga diterangkan pemeriksaan kepatuhan pelaksanaan wajib uji emisi gas buang dan pemenuhan Ambang Batas Emisi dilakukan secara berkala setiap enam bulan atau insidental sesuai dengan kebutuhan.

“Setiap pemilik Kendaraan Bermotor yang tidak melakukan uji emisi gas buang atau tidak memenuhi ketentuan lulus uji emisi gas buang dikenakan disinsentif berupa pembayaran parkir tertinggi mengacu pada Peraturan Gubernur mengenai tarif layanan parkir di ruang milik jalan atau ruang milik jalan,” ujar Pergub tersebut.

Terkait tarif parkir, Perda parkir terbaru yang disahkan tahun ini menyebutkan kenaikan tarif sebesar 20 persen. Namun, perincian tarifnya masih disusun.

Sementara itu, dalam Pergub 31 tahun 2017 tarif parkir mobil tercatat minimal Rp 3.000 dan maksimal Rp 12.000 per jam. Sedangkan tarif parkir motor tercantum Rp 2.000 hingga Rp 6.000 per jam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta anies baswedan Uji Emisi
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top