Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banjir Besar Awal 2020, Anies Salahkan Sistem Drainase

Anies menuturkan curah hujan pada awal tahun 2020 itu mencapai 377 milimeter per hari atau dalam hitungan 24 jam.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 02 November 2020  |  19:33 WIB
Jalanan Jakarta tertutup air pada Senin, (21/9/2020). - Dok. BNPB
Jalanan Jakarta tertutup air pada Senin, (21/9/2020). - Dok. BNPB

Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpendapat sistem drainase DKI Jakarta menjadi penyebab utama dari bencana banjir besar yang menimpa Ibu Kota pada awal 2020.

Pendapat itu disampaikan Anies saat menyoroti tema produk jurnalistik yang mendapatkan Anugerah Jurnalistik Mohammad Husni Thamrin yang ke-46. Pasalnya, mayoritas karya jurnalitik tersebut mengangkat isu banjir besar yang melanda Ibu Kota pada Januari 2020 lalu.

“Kita bulan Januari itu mengalami curah hujan tertinggi dalam sejarah pencataan hujan di DKI Jakarta. Pencatatan sejarah hujan itu lebih dari 150 tahun dan kemarin kita mengalami tertinggi, sehingga peristiwa ini merupakan peristiwa sejarah. Kejadian Januari 2020 itu akan dikenang,” kata Anies saat memberi sambutan dalam Anugerah Jurnalistik MH Thamrin 2020 di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (2/11/2020).

Anies menuturkan curah hujan pada awal tahun 2020 itu mencapai 377 milimeter per hari atau dalam hitungan 24 jam.

Fenemona itu, dia melanjutkan, belum pernah terjadi di Ibu Kota.

“Dan sistem drainase kita itu didesain untuk mengalirkan 100 sampai 150 milimeter [air]. Karena itu saya sering sampaikan kalau hujan di bawah 100 milimeter dan banjir berarti kita salah,” ujarnya.

Misalkan, dia memberi perumpamaan, jika daya tampung suatu gelas itu 200 cc dituang 100 cc dan tumpah berarti yang memegang gelas itu yang tidak benar.

“Tetapi kalau gelasnya itu 100 cc dan diisi 1 liter dan tumpah ya memang pasti tumpah karena kapasitasnya tidak mencukupi untuk menerima air sebanyak itu,” ujarnya.

Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin adalah kompetisi tahunan yang merupakan kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta. Penjurian dilaksanakan oleh Dewan Juri yang terdiri dari tujuh panelis yang berasal dari PWI Jaya pada periode 26 Agustus sampai dengan 14 September 2020.

Dalam penyelenggaraannya yang ke-46 ini, Anugerah Jurnalistik MH Thamrin didominasi karya-karya jurnalistik terkait kebencanaan.

Hal tersebut sesuai dengan kondisi Jakarta yang mengalami banjir pada awal Januari 2020 lalu. Tujuh kategori produk jurnalistik yang dilombakan yaitu Produk Jurnalistik Teks, Foto, Video Stasiun Televisi Terestrial, Video Media Massa Televisi Streaming, Jurnalistik Audio, Jurnalistik Infografis, dan Tajuk Rencana.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir dki jakarta anies baswedan
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top