Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anies Bikin Dua Indikator Keberhasilan Tangani Banjir Jakarta, Apa Saja?

Dua indikator itu bertumpu pada proses mitigasi terkait upaya mengurangi dampak banjir di tengah masyarakat.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 04 November 2020  |  10:10 WIB
Jalanan Jakarta tertutup air pada Senin, (21/9/2020). - Dok. BNPB
Jalanan Jakarta tertutup air pada Senin, (21/9/2020). - Dok. BNPB

Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ada dua indikator keberhasilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani potensi banjir akhir 2020.

Dua indikator itu bertumpu pada proses mitigasi terkait upaya mengurangi dampak banjir di tengah masyarakat. Konsentrasi mitigasi itu, menurut Anies, disebabkan karena potensi banjir tidak terhindarkan jika curah hujan Ibu Kota berada di atas 100 milimeter (mm) per hari terkait dengan fenomena la nina pada akhir 2020.

“Dua indikator suksesnya. Satu tidak ada korban, semua warga selamat. Dua, genangan harus surut dalam 6 jam. Ini bila curah hujan di atas kapasitas sistem drainase kita,” kata Anies saat menyampaikan apel kesiapsiagaan musim hujan di Lapangan JICT, Pelabuhan Tanjung Priok, pada Rabu (4/11/2020) pagi.

Ihwal fokus mitigasi itu, dia beralasan, sistem drainase Ibu Kota memiliki ambang batas rata-rata kapasitas penampungan air hujan sebanyak 100 mm per hari.

“Rata-rata, ada yang 50 mm ada 70 mm ada 120 mm ada 150 mm tergantung kawasannya. Tapi rata-rata sekitar 100 mm,” kata dia.

Dengan demikian, dia mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mesti memastikan tidak ada bencana banjir jika curah hujan berada di bawah 100 mm.

“Di sisi lain apabila curah hujan berada di angka di atas 100 mm, seperti pada awal tahun ini di bulan Januari kita mengalami curah hujan sebesar 377 mm per hari. [Atau] 3,7 kali lipat dari kapasitas yang dimiliki sehingga mau tidak mau air akan tergenang, terjadilah banjir,” ujarnya.

Dua hari lalu, dia berpendapat sistem drainase DKI Jakarta menjadi penyebab utama dari bencana banjir besar yang menimpa Ibu Kota pada awal 2020.

Pendapat itu disampaikan Anies saat menyoroti tema produk jurnalistik yang mendapatkan Anugerah Jurnalistik Mohammad Husni Thamrin yang ke-46. Pasalnya, mayoritas karya jurnalitik tersebut mengangkat isu banjir besar yang melanda Ibu Kota pada Januari 2020 lalu.

“Kita bulan Januari itu mengalami curah hujan tertinggi dalam sejarah pencataan hujan di DKI Jakarta. Pencatatan sejarah hujan itu lebih dari 150 tahun dan kemarin kita mengalami tertinggi, sehingga peristiwa ini merupakan peristiwa sejarah. Kejadian Januari 2020 itu akan dikenang,” kata dia saat memberi sambutan dalam Anugerah Jurnalistik MH Thamrin 2020 di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (2/11/2020).

Dia menuturkan curah hujan pada awal tahun 2020 itu mencapai 377 milimeter per hari atau dalam hitungan 24 jam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies baswedan jakarta banjir
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top