Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PDIP Kritik Dana PEN untuk Proyek TIM dan JIS, Begini Komentar Anies

Gilbert sempat mengkiritik prioritas pencairan dana PEN itu pada dua proyek infrastruktur yang dinilainnya bermasalah sejak awal.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 04 November 2020  |  11:24 WIB
Pekerja beraktivitas di lokasi proyek revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Kamis (6/2/2020). Proses revitalisasi TIM yang ditargetkan selesai pada tahun 2021 itu sudah memasuki tahap II yakni membongkar gedung Graha Bhakti Budaya dan Galeri Cipta I. ANTARA FOTO - Aprillio Akbar
Pekerja beraktivitas di lokasi proyek revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Kamis (6/2/2020). Proses revitalisasi TIM yang ditargetkan selesai pada tahun 2021 itu sudah memasuki tahap II yakni membongkar gedung Graha Bhakti Budaya dan Galeri Cipta I. ANTARA FOTO - Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi santai kritikan anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak, ihwal prioritas pencairan pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) DKI Jakarta pada program infrastruktur sebesar Rp3,26 triliun.

Gilbert sempat mengkiritik prioritas pencairan dana PEN itu pada dua proyek infrastruktur yang dinilainnya bermasalah sejak awal.

Kedua proyek itu, yakni Taman Ismail Marzuki dengan alokasi anggaran sebesar Rp200 miliar dan Jakarta Internasional Stadium (JIS) sebesar Rp1,182 triliun.

Menurut Gilbert, seharusnya pinjaman PEN DKI Jakarta itu diarahkan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan stimulus bagi kegiatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)

“Itu beda, program PEN program pemerintah pusat terkait pembangunan. Kalau penanganan Covid-19 kita gunakan dana BTT dari DKI, jadi memang anggaran itu lewat SMI untuk pembiayaan infrastruktur,” kata Anies di Lapangan JICT, Pelabuhan Tanjung Priok, pada Rabu (4/11/2020).

Anies menerangkan, bahwa tujuan dari dana PEN itu sendiri memang diarahkan melanjutkan proyek infrastruktur yang terpaksa tertunda akibat pandemi Covid-19.

“Jadi, ini dua hal yang berbeda. Bagi kita yang paham akan tahu, yang untuk penanganan Covid-19 lewat anggaran pos APBD, dana PEN memang dana dari pemerintah pusat untuk kegiatan infrastruktur,” kata dia.

PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sah memberikan dana pinjaman PEN kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp3,265 triliun.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan PT SMI Ramona Harimurti saat dikonfirmasi ihwal angka akhir dari usulan pinjaman dana PEN dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Jumlah pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional [dari] Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini benar [Rp3,265 triliun],” kata Ramona melalui keterangan tertulis pada Kamis (22/10/2020).

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan PT SMI telah menandatangani Akta Nomor 24 tertanggal 24 September 2020 tentang Perjanjian Pemberian pinjaman dengan nilai sebesar Rp3,265 triliun.

Berdasarkan salinan Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020, pinjaman PEN itu bakal digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur selama Tahun Anggaran 2020, sebagai berikut :

1. Peningkatan Infrastruktur Pengendalian Banjir : Rp1,008 triliun

2. Peningkatan Infrastruktur Peningkatan Layanan Air Minum : Rp14,911 miliar

3. Peningkatan Infrastruktur Pengelolaan Sampah : Rp91,675 miliar

4. Peningkatan Infrastruktur Transportasi : Rp768 miliar

5. Peningkatan Infrasturktur Pariwisata dan Kebudayaan (TIM) : Rp200 miliar

6. Peningkatan Infrastruktur Olahraga (JIS) : Rp1,182 miliar

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies baswedan dprd dki proyek infrastruktur
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top