Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sebelum Positif Covid-19, Anies Rapat dengan Luhut Binsar. Bahas Apa?

Sehari sebelumnya, Anies mengikuti rapat koordinasi penanganan Covid-19 yang dipimpin oleh Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  12:46 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menerima Kapolda Metro JayaIrjen Pol Fadil Imran di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (23/11/2020). - Istimewa
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menerima Kapolda Metro JayaIrjen Pol Fadil Imran di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (23/11/2020). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan dirinya positif terkena virus Corona (Covid-19). Pernyataan tersebut diumumkan melalui akun media sosial Instagram miliknya @aniesbaswedan dan situs resmi Pemprov DKI Jakarta.

Meski positif Covid-19, Anies mengaku dalam kondisi sehat dan masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Anies bahkan sempat mengikuti rapat koordinasi penanganan Covid-19 yang dipimpin oleh Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta dan Bali dilaksanakan secara virtual yang dipusatkan di Kantor Kemenko Marves, Senin (30/11/2020).

Dalam rapat tersebut, Anies melaporkan terjadi lonjakan kenaikan kasus positif setelah libur panjang (long weekend) pada 28 Oktober-1 November 2020. Dia menuturkan kenaikan kasus positif terbanyak tercatat di klaster keluarga.

"Setelah kami lakukan pelacakan dan penelusuran mayoritas keluarga ini bepergian ke Bandung, Semarang, Lampung, dan beberapa tempat di Jawa Timur,” katanya dalam siaran pers yang diterbitkan Kemenko Marves RI, Selasa (1/12/2020).

Dengan munculnya klaster keluarga ini, Anies berharap agar pemerintah pusat meninjau ulang kebijakan libur bersama saat akhir tahun 2020.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi positif di DKI Jakarta pada periode 25-30 November 2020 sebanyak 8.598 kasus dari 5.168 kasus pada periode 28 Oktober – 3 November 2020.

Menanggapi hal itu, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar pemerintah daerah dan aparat tidak lagi mengizinkan masyarakat untuk berkumpul dalam jumlah besar.

“Saya ingin kita semua bersepakat jangan ada kerumunan lagi dengan alasan apapun untuk beberapa waktu ke depan,” tegasnya kepada para kepala daerah, Pangdam, dan Kapolda di DKI Jakarta dan Bali pada rakor tersebut.

Menutup rakor, Luhut meminta kepada semua pihak yang berwenang untuk turut mengevaluasi pelaksanaan Pilkada dan dampak libur panjang terhadap peningkatan kasus terkonfirmasi positif dan angka kematian.

Menurutnya, hasil tersebut penting untuk menentukan kebijakan libur panjang akhir tahun 2020.

Rakor itu dihadiri Ketua BNPB Doni Monardo, Pangdam IX Udayana Maruli Simanjuntak, Pangdam Jaya Dudung Abdurachman, Kapolda Metro Jaya Fadil Imran, Wakapolda Bali, Dirjen Farmalkes Kemenkes Engko Sosialine, dan Dirjen Yankes Kemenkes Prof. Kadir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies baswedan Luhut Pandjaitan Covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top