Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perluas Ruang Isolasi Covid-19, Kapasitas RS Fatmawati Paling Besar di DKI

Akumulasi ruang isolasi untuk perawatan pasien Covid-19 di RSUP Fatmawati mencapai 232 tempat tidur, dengan 91 tempat tidur tekanan negatif.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 23 Desember 2020  |  18:24 WIB
Ilustrasi - Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. - Antara
Ilustrasi - Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – RSUP Fatmawati meresmikan Ruang Isolasi Tekanan Negatif di Gedung Anggrek serta Peralatan Radiologi Canggih RSUP Fatmawati, Selasa (22/12/2020).

Plt. Direktur Utama RSUP Fatmawati, Azhar Jaya, sebelumnya menyebutkan ruang isolasi tekanan yang ada di RSUP Fatmawati berkapasitas 138 tempat tidur. Namun, peningkatan kapasitas ruang isolasi Covid-19 menjadi keharusan seiring peningkatan jumlah pasien.

Hal itu, ungkap Azhar, mendorong managemen RSUP Fatmawati untuk menambah dan memperluas ruang perawatan, dengan membangun lantai 4 dan 5 di Gedung Anggrek, yang merupakan gedung khusus yang didedikasikan bagi perawatan pasien Covid-19.

“Managemen RSUP Fatmawati memutuskan untuk mendedikasikan Gedung Anggrek total 6 lantai menjadi gedung pelayanan Covid-19 termasuk memfungsikan lantai 1 sampai 3 sebagai tempat perawatan pasien dengan gejala sedang,” kata Azhar.

Azhar mengungkapkan, pembangunannya butuh waktu selama 60 hari hingga tuntas seluruh prosesnya.

Dengan selesainya pembangunan tersebut, maka terdapat penambahan sebanyak 30 tempat tidur HCU tekanan negatif, 4 tempat tidur tekanan alami, serta 1 ruang tindakan tekanan negatif.

Dengan demikian, akumulasi ruang isolasi untuk perawatan pasien Covid-19 di RSUP Fatmawati mencapai 232 tempat tidur, yang terdiri dari 91 tempat tidur tekanan negatif dan 141 tempat tidur non-tekanan negatif. Jumlah itu merupakan yang terbesar di wilayah Jakarta.

“Dengan jumlah 232 tempat tidur ini maka menjadikan RS Fatmawati sebagai RS terbesar di Jakarta Selatan untuk tempat perawatan pasien isolasi Covid-19,” ungkap Azhar.

Adapun, untuk mendukung pembangunan gedung tersebut, Kemenkes turut mengalokasikan dana ke RSUP Fatmawati sebesar Rp312 miliar.

Dana tersebut tidak hanya untuk penambahan ruangan baru, tetapi turut digunakan untuk belanja obat serta alat kesehatan seperti MRI 3 Tesla, CT Scan, serta alat patologi yang canggih.

Azhar memastikan seluruh proses pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. “Seluruh proses pengadaan dilakukan secara transparan,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta rs fatmawati Virus Corona Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top