Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Operator Terminal di Jakarta Menunggu Detektor Covid-19 GeNose

Terminal Terpadu Pulogebang akan menjadi terminal pertama yang diprioritaskan untuk pengadaan alat GeNose.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  12:37 WIB
Suasana sepi di area keberangkatan antar kota Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Pengelola Terminal Pulogebang menutup operasional layanan bus antar kota antar provinsi (AKAP) mulai 24 April 2020, setelah berlakunya kebijakan larangan mudik dari pemerintah. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A
Suasana sepi di area keberangkatan antar kota Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Pengelola Terminal Pulogebang menutup operasional layanan bus antar kota antar provinsi (AKAP) mulai 24 April 2020, setelah berlakunya kebijakan larangan mudik dari pemerintah. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah operator terminal bus umum di DKI Jakarta menantikan pengadaan alat pendeteksi Covid-19 karya anak bangsa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, GeNose.

"Kita juga pingin punya alat itu (GeNose), tapi  masih menunggu regulasinya dari Kementrian Perhubungan," kata Kepala Terminal Terpadu Pulogebang Bernard Pasaribu di Jakarta, Senin (25/1/2021).

Bernard mengatakan, operator terminal akan menyesuaikan pengadaan alat GeNose dengan jumlah penumpang.

"Yang jelas kebutuhan kita akan disesuaikan dengan jumlah keberangkatan penumpang. Kalau perlu dengan kedatangan penumpang juga," katanya.

Jumlah alat deteksi dini Covid-19 itu akan disesuaikan permintaannya berdasarkan tingkat kemampuan pemakaian.

"Kalau bicara pengadaan, saya yang belum paham, karena alat itu kemampuannya seperti apa? Bisa dipakai berapa kali dan berapa banyak? Baru kita tentukan jumlahnya," kata Bernard.

Berdasarkan informasi awal yang diberikan kepada operator terminal, GeNose mampu mengeluarkan hasil analisis Covid-19 dalam waktu 3 menit dengan menggunakan media plastik.

Secara terpisah, Kepala Terminal Kampung Rambutan, Made Jhoni, mengatakan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah mengunjungi Terminal Kampung Rambutan, Minggu (24/1/2021) untuk mengecek kesiapan alat GeNose yang sedang dipesan.

"Alatnya sampai hari ini memang belum ada di terminal. Masih dipesan oleh Kementerian Perhubungan. Kita masih menantikan alatnya," katanya.

Jika saat dilakukan pengecekan secara acak seseorang dinyatakan positif, kata Jhoni, maka yang bersangkutan tidak boleh berangkat. Kehadiran GeNose diharapkan dapat memperketat pergerakan penumpang lintas provinsi.

"Jika calon penumpang merasa sakit, jangan bepergian dahulu, apalagi menggunakan bus, karena nantinya akan terkena cek GeNose secara acak," ujarnya.

Jhoni menambahkan, sesuai arahan menhub, pengadaan alat tes GeNose ditargetkan berlangsung pada Februari 2021. Terminal Terpadu Pulogebang akan menjadi terminal pertama yang diprioritaskan untuk pengadaan alat GeNose.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

terminal bus Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top