Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jakarta Bebas Banjir Awal 2021, Wagub DKI Klaim Program Pemprov Sukses

Pemprov DKI Jakarta menyebut program penanganan banjir seperti pengerukan sungai, terobosan codetan, perbaikan pompa dan polder berjalan optimal di akhir 2020 untuk mengantisipasi banjir.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  18:49 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub DKI Amad Riza Patria memberi penjelasan perihal diberlakukannya kembali PSBB seperti awal pandemi Covid-19, Rabu (9/9/2020). JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub DKI Amad Riza Patria memberi penjelasan perihal diberlakukannya kembali PSBB seperti awal pandemi Covid-19, Rabu (9/9/2020). JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan program penanganan banjir di DKI Jakarta pada tahun 2020 berjalan optimal. Alasannya, wilayah DKI Jakarta tidak tergenang banjir seperti awal tahun lalu.

“Kita lihat sekarang sudah di akhir Januari 2021. Alhamdullilah, kalau kita belajar dari tahun-tahun sebelumnya sudah banjir luar biasa,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa (26/1/2021).

Dia mengatakan program penanganan banjir seperti pengerukan sungai, terobosan codetan, perbaikan pompa dan polder berjalan optimal di akhir tahun 2020.

“Yang lebih penting kerja sama dengan seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah dan memastikan di lingkungannya bersih,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi banjir di wilayah DKI Jakarta, Ariza sebelumnya mengungkapkan bahwa saat ini sudah terdapat 10 unit pompa dan enam unit genset dengan jumlah operator sebanyak 38 personil.

“Kesiapan pompa di seluruh rumah pompa DKI Jakarta akan terus dioptimalkan sehingga diharapkan saat musim hujan ini tidak ada masalah dalam pengoperasiannya,” tuturnya.

Adapun, Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta telah menyediakan pompa stasioner sebanyak 487 unit di 178 lokasi rumah pompa yang tersebar di wilayah DKI Jakarta.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpendapat sistem drainase DKI Jakarta menjadi penyebab utama dari bencana banjir besar yang menimpa Ibu Kota pada awal 2020.

Pendapat itu disampaikan Anies saat menyoroti tema produk jurnalistik yang mendapatkan Anugerah Jurnalistik Mohammad Husni Thamrin yang ke-46.

Pasalnya, mayoritas karya jurnalitik tersebut mengangkat isu banjir besar yang melanda Ibu Kota pada Januari 2020 lalu.

“Kita bulan Januari itu mengalami curah hujan tertinggi dalam sejarah pencataan hujan di DKI Jakarta. Pencatatan sejarah hujan itu lebih dari 150 tahun dan kemarin kita mengalami tertinggi, sehingga peristiwa ini merupakan peristiwa sejarah. Kejadian Januari 2020 itu akan dikenang,” kata Anies saat memberi sambutan dalam Anugerah Jurnalistik MH Thamrin 2020 di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (2/11/2020).

Anies menuturkan curah hujan pada awal tahun 2020 itu mencapai 377 milimeter per hari atau dalam hitungan 24 jam.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir dki jakarta Pemprov DKI
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top