Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jakarta Hujan Ekstrem: Angke Hulu Siaga 1 dan Sunter Hulu Siaga 2

Diperkirakan intensitas > 10 mm/jam terjadi dalam durasi sekitar 3-4 jam pada 20 dan 21 Februari 2021.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 21 Februari 2021  |  01:42 WIB
Warga melintas di atas Pintu Air Karet, Jakarta, Selasa (2/2) - Antara
Warga melintas di atas Pintu Air Karet, Jakarta, Selasa (2/2) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga Jakarta waspada hujan ekstrem selama dua hari, Sabtu (20/2/2021) dan Minggu (21/2/2021),

Berdasarkan laporan BPBD DKI Jakarta yang dipantau akun Twitter @BPBDJakarta, Minggu (21/2/2021) pukul 00.00 WIB, tinggi muka air (TMA) Angke Hulu 365 cm atau siaga 1.

Adapun, TMA pintu air di Sunter Hulu 240 cms atau siaga 2. BPBD DKI Jakarta juga mencatat bahwa pintu air Manggarai, Karet dan Pasar Ikan Siaga  siaga 3. Sementara, TMA di pintu air lain siaga 4.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Tim Reaksi Analisis dan Kebencanaan (TREAK), PSTA-LAPAN, hujan lebat pada dini hari yang meliputi wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi hingga Karawang berpotensi terjadi lagi pada 20 dan 21 Februari 2021.

Diperkirakan intensitas > 10 mm/jam terjadi dalam durasi sekitar 3-4 jam pada 20 dan 21 Februari 2021.

Mekanisme yang menyebabkan hujan dinihari tersebut berkaitan dengan penguatan angin dan peningkatan suplai kelembapan yang berasal dari utara (Laut Jawa) dan barat laut (Selat Sunda) yang menuju pesisir utara Jakarta.

Uap yang berasal dari laut Jawa berkaitan dengan penjalaran dan perkembangan sistem konveksi laut yang telah terbentuk di laut Jawa utara Jakarta pada waktu malam hari menjelang tengah malam.

Sementara itu, intrusi kelembapan yang berasal dari Selat Sunda berasal dari konveksi darat yang telah terbentuk sebelumnya sejak sore hari.

Konveksi darat ini oleh angin dari barat laut yang kuat juga menuju pesisir utara Serang, Banten, yang kemudian bergerak menuju ke timur di sepanjang pesisir Jawa bagian barat.

Penguatan angin dari utara yang terbentuk di utara pesisir Jawa bagian barat dipengaruhi oleh pembentukan CENS lokal yang dibangkitkan oleh pendinginan suhu permukaan laut di utara Laut China Selatan.

Selain itu, pembentukan siklon Tropis Dujuan dan vorteks di Australia turut mempengaruhi dinamika cuaca sehingga konsentrasi kelembapan di selatan Indonesia menyebabkan peningkatan hujan terjadi di wilayah tertentu, yaitu: Jawa bagian barat, Kalimantan bagian selatan, dan sekitar Nusa Tenggara Timur


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Banjir Jakarta BMKG
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top