Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Data Era Ahok di "Banjir Jakarta dalam Angka" Hilang, Ini Kata Pemprov DKI

Unggahan Banjir Jakarta dalam Angka menuai pro-kontra lantaran tidak lengkapnya data di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Simak penjelasan Pemprov DKI.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  09:33 WIB
Banjir merendam rumah penduduk di kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (19/2/2021). Banjir terjadi akibat luapan Sungai Ciliwung. - Antara
Banjir merendam rumah penduduk di kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (19/2/2021). Banjir terjadi akibat luapan Sungai Ciliwung. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja Pemprov DKI kembali menjadi sorotan warganet atau netizen di media sosial terkait unggahan data penanganan banjir di Ibu Kota yang berjudul "Banjir Jakarta Dalam Angka".

Pasalnya, dalam data tersebut, tidak ada penanganan banjir yang dilakukan di era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Sabdo Kurnianto mengatakan seluruh genangan pascahujan ekstrem beberapa hari lalu telah surut.

Seperti diketahui, pada Sabtu dini hari, Jabodetabek menerima curah hujan di atas 150 mm/hari. Untuk wilayah Jakarta, kategorinya ekstrem yakni sampai 226 mm/hari.

Sabdo juga menuturkan, BPBD Provinsi DKI Jakarta telah membuat rekap data penanganan kejadian banjir besar di Jakarta dari tahun ke tahun yang merujuk pada intensitas curah hujan tinggi/ekstrem, seperti yang terjadi pada tahun lalu dengan curah hujan 377mm/hari.

“Data yang ditampilkan adalah data yang merepresentasikan kejadian banjir besar di Jakarta,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (23/2/2021).

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta Atika Nur Rahmania menambahkan DKI Jakarta telah memiliki peta berbasis RT yang memungkinkan masyarakat memantau wilayah tergenang dan luasan area tergenang terhitung sejak 2021.

“Terkait data, kami di Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk selalu terbuka kepada masyarakat. Masyarakat bisa mengakses informasi banjir secara real time melalui aplikasi Pantau Banjir,” ungkapnya.

Informasi banjir Jakarta termasuk penanganan kejadian banjir besar juga dapat diakses dalam aplikasi Pantau Banjir atau situs https://pantaubanjir.jakarta.go.id/data-banjir-lintas-tahun.

Tak hanya itu, lanjut Atika, data banjir lintas tahun lengkap juga tersedia di aplikasi/situs tersebut, serta pada Portal Data Terbuka Pemprov DKI Jakarta melalui Jakarta Open Data yang dapat diakses pada url/link: https://data.jakarta.go.id/dataset/rekapitulasi-kejadian-banjir-pertahun.

Guna mengantisipasi cuaca ekstrem yang diperkirakan BMKG akan kembali terjadi pekan depan, Pemprov DKI Jakarta juga akan meningkatkan kinerja agar dapat memperkecil dampak dari cuaca ekstrem tersebut.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada menghadapi musim penghujan ini. Bagi masyarakat yang ingin mengunduh panduan kesiapsiagaan menghadapi banjir melalui http://bit.ly/PanduanKesiapsiagaanMenghadapiBanjirJakarta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir Banjir Jakarta ahok Anies Baswedan
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top