Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setahun Pandemi, Wagub DKI Sebut Tak Ada penyebaran Covid-19 di Gereja

Pemprov DKI mengimbau umat Nasrani untuk tetap menaati regulasi protokol kesehatan Covid-19 pada Perayaan Paskah 2021.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 29 Maret 2021  |  13:27 WIB
Wagub DKI Ahmad Riza Patria - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi
Wagub DKI Ahmad Riza Patria - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengapresiasi penerapan protokol kesehatan di lingkungan gereja. Malahan, Ariza membeberkan pihaknya belum mengidentifikasi kasus konfirmasi positif Covid-19 yang berasal dari lingkungan gereja hingga saat ini.

Data itu diungkapkan Ariza menjelang perayaan Tri Hari Suci umat Nasrani yang bakal dimulai pada hari Kamis Putih hingga Minggu Paskah pada pekan ini.

“Kegiatan seperti itu pada masa sebelumnya selalu dilakukan sangat baik, tidak ada penyebaran Covid-19 di gereja,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (29/3/2021).

Dia menegaskan pihaknya bakal mendukung Perayaan Paskah 2021 di tengah pandemi Covid-19. Hanya saja, dia meminta umat Nasrani untuk tetap menaati regulasi protokol kesehatan Covid-19.

“Sejauh ini kegiatan di rumah ibadah termasuk gereja sangat baik dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, patuh dan taat dilakukan secara online dan offline,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah memperketat pengamanan perayaan Paskah di seluruh gereja yang ada di Ibu Kota. Langkah itu dilakukan menyusul tragedi bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makasar pada Minggu (28/3/2021).

Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang saksi mata ledakan bom di Gereja Katedral Makassar menuturkan tidak ada polisi yang berjaga selama perayaan misa Minggu Palma.

“Tidak ada polisi yang berjaga padahal ini sudah pekan paskah, tidak ada yang jaga ini selama misa,” kata salah seorang umat berinisial TS kepada Bisnis, Minggu (28/3/2021).

TS mengatakan bom meledak sekitar pukul 10.30 WITA atau persis setelah perayaan misa selesai. Saat itu, umat sudah berbondong-bondong meninggalkan ruangan dalam gereja.

Polri membeberkan ada 14 orang yang mengalami luka-luka akibat terkena serpihan bom bunuh diri yang dilakukan oleh dua teroris di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengemukakan bahwa 14 orang tersebut adalah jamaah Gereja Katedral Makassar yang berada di sekitar lokasi ledakan. Menurut Argo, 14 korban luka-luka tersebut sudah dilarikan ke RS Pelamonia untuk menjalani perawatan intensif.

"Jadi sampai saat ini total ada 14 orang korban ledakan tersebut ya," tuturnya, Minggu (28/3).

Argo mengungkapkan bahwa para korban tersebut mengalami luka di sekitar tangan, kaki, kepala dan perut akibat ledakan bom di Gereja Katedral Makassar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Pemprov DKI paskah Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top