Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Pertimbangan Kemenhub Setujui Usulan Anies soal Perubahan Rute LRT

Pemindahan trase pembangunan LRT Jakarta yang berakhir di Klender dimaksudkan untuk menggabungkan dengan trase LRT Bodebek.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 28 April 2021  |  20:03 WIB
Suasana proyek pembangunan LRT (Light Right Transit) di Kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu (11/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Suasana proyek pembangunan LRT (Light Right Transit) di Kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu (11/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belakangan menyetujui usulan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memindahkan trase pembangunan LRT Jakarta ke Velodrome-Klender.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Perkeretaapian (Kemenhub) Danto Restyawan membeberkan langkah itu diambil untuk mempercepat proses integrasi sistem layanan angkutan umum di wilayah Jakarta Timur. Sembari, merespon perkembangan jalur perkeretaapian yang tengah dibangun oleh pemerintah pusat.

“Akan ada pertemuan dengan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dengan LRT, jadi gini dari Klender nanti akan diteruskan ke Halim itu kan baru akan dimasukkan ke dalam PSN,” kata Danto melalui sambungan telepon kepada Bisnis, Rabu (28/4/2021).

Selain itu, pemindahan trase pembangunan LRT Jakarta yang berakhir di Klender juga dimaksudkan untuk menggabungkan dengan trase LRT Bodebek. Nantinya, LRT Bodebek bakal terhubungan dengan milik DKI Jakarta di Stasiun Cawang.

“LRT Jabodebek pusatnya itu di Cawang, ke Bekasi, Bogor, Cawang ke Cibubur ke Dukuh Atas nanti integrasinya di situ di Halim itu mereka bisa ke situ juga,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyetujui usulan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memindahkan trase pembangunan LRT Jakarta ke Velodrome-Klender.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan pengerjaan trase pembangunan LRT fase II dari Velodrome menuju Manggarai. Ketetapan itu tertuang dalam Perpres 55/2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek dan Perpres 56/2018 tentang Proyek Strategis Nasional.

Hanya saja, ketetapan Jokowi itu kini direvisi oleh usul Anies di akhir tahun 2020. Saat itu, Anies berkirim surat kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tertanggal 17 September 2020 untuk memohon persetujuan lintasan rute yang berakhir di Klender tersebut.

Adapun, lintasan trase Velodrome-Klender yang diusulkan Anies belakangan itu memiliki nilai investasi sebesar Rp2,7 triliun dengan target penyelesaian di tahun 2024.

“Menindaklanjuti usulan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam rangka pengembangan angkutan masal perkotaan berbasis rel, Kementerian Perhubungan pada prinsipnya mendukung rencana perpindahan trase pembangunan LRT Jakarta tersebut,” tulis Budi Karya melalui keterangan resmi kepada Bisnis, Rabu (28/4/2021).

Saat ini, Budi Karya tengah mengusulkan kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk memasukkan perubahan rute LRT Jakarta itu ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub dki jakarta Anies Baswedan LRT
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top