Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tegas! Pemkot Jakpus Bakal Karantina Warga yang Nekat Mudik

Pemkot Jakpus akan melakukan pencatatan di tingkat RT dan RW guna memantau warga yang mudik saat Lebaran nanti.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 30 April 2021  |  20:11 WIB
Calon pemudik yang terjaring razia penyekatan berjalan menaiki bus yang akan membawa mereka ke Terminal Pulogebang, Jakarta, di Pintu Tol Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Calon pemudik yang terjaring razia penyekatan oleh Polda Metro Jaya tersebut dibawa ke terminal Pulogebang untuk kemudian diarahkan kembali menuju Jakarta. - Antara
Calon pemudik yang terjaring razia penyekatan berjalan menaiki bus yang akan membawa mereka ke Terminal Pulogebang, Jakarta, di Pintu Tol Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Calon pemudik yang terjaring razia penyekatan oleh Polda Metro Jaya tersebut dibawa ke terminal Pulogebang untuk kemudian diarahkan kembali menuju Jakarta. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat akan menindak tegas warga yang nekat mudik ke kampung halaman saat Idulfitri nanti.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi mengatakan tindakan tegas dengan mewajibkan karantina bagi warga yang nekat mudik.

Dia menuturkan pihaknya akan melakukan pencatatan di tingkat RT dan RW guna memantau warga yang mudik saat Lebaran nanti.

“Kalau memang mereka pergi, nanti kita panggil, tracing dan swab. Bahkan karantina biar ada efek jera," kata Irwandi dalam keterangannya, Jumat (30/4/2021).

Irwandi mengimbau, warga Jakpus menahan hasrat pulang kampung hingga situasi membaik.

“Kami mengajak warga Jakarta Pusat tidak mudik ke kampung halaman untuk membantu pemerintah memutus penyebaran Covid 19," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

“Lonjakan Covid-19 di sejumlah negara menjadi pengingat kita semua untuk waspada. Jangan pernah lengah, sekecil apapun kasus aktif di satu provinsi, kabupaten, atau kota,” ujarnya melalui unggahan di akun Twitter @jokowi, Jumat (30/4/2021).

Lebih lanjut, Kepala Negara juga meminta kepada para kepala daerah untuk bersama-sama mendukung kebijakan peniadaan mudik pada Lebaran tahun ini. Pasalnya, mobilisasi masif dari masyarakat sangat berpotensi memicu penyebaran virus Corona (Covid-19).

“Menjelang Idulfitri, saya meminta para kepala daerah untuk intens menyampaikan kebijakan peniadaan mudik,” ujar Jokowi.

Adapun, eks Gubernur DKI Jakarta ini juga menyampikan bahwa sebelum ada larangan mudik, tercatat jumlah orang melaksanakan mudik di Tanah Air mencapai 89 juta orang atau 33 persen dari total penduduk.

Kemudian, setelah larangan mudik diberlakukan, turun menjadi 11 persen atau masih 29 juta orang.

“Setelah sosialisasi larangan mudik, turun menjadi 7 persen. Tujuh persen ini masih besar, 18,9 juta orang,” ungkap Jokowi.

Sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan regulasi berupa Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Surat edaran tersebut bertujuan melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19 selama Ramadan dan Idulfitri 1442 H.

Dengan kebijakan peniadaan mudik, pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengadakan acara keluarga dalam rangka Lebaran secara virtual.

“Hindari mudik atau pun bepergian, terutama dari daerah atau kota dengan kasus Covid-19 yang masih tinggi ke kampung halaman. Ini sama saja membawa virus mematikan yang penularannya sangat cepat,” kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, Senin (26/4/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Mudik Lebaran idulfitri Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top