Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Strategi Perumda Pasar Jaya Cegah Kerumunan di Pasar Tanah Abang

Petugas mengatur pembatasan pengunjung 50 persen dari kapasitas pasar sejak dibukanya Pasar Tanah Abang pada Senin (3/5/2021).
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 04 Mei 2021  |  08:57 WIB
Sejumlah warga memadati Blok B Pusat Grosir Pasar Tanah Abang untuk berbelanja pakaian di Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Gubernur DKI Anies Baswedan mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut. - Antara
Sejumlah warga memadati Blok B Pusat Grosir Pasar Tanah Abang untuk berbelanja pakaian di Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Gubernur DKI Anies Baswedan mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Mengantisipasi tingginya animo masyarakat yang berbelanja berbagai kebutuhan Lebaran, Perumda Pasar Jaya berkolaborasi dengan instansi terkait melakukan sejumlah langkah antisipatif mencegah terjadinya kerumunan atau kepadatan pengunjung di Pasar Tanah Abang.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan pihaknya bersama unsur Satpol PP dan TNI-Polri melakukan pengawasan protokol kesehatan (prokes) di pasar dan juga seluruh kawasan Tanah Abang sehubungan dengan imbas tingginya kunjungan masyarakat untuk berbelanja di kawasan pasar tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

"Kami sudah menyiapkan posko pemantauan di sejumlah titik di kawasan Pasar Tanah Abang. Selain itu, petugas juga melakukan monitoring dan pengawasan agar prokes bisa tetap bisa dijalankan," kata Arief dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/5/2021).

Arief menjelaskan, petugas mengatur pembatasan pengunjung 50 persen dari kapasitas pasar sejak dibukanya Pasar Tanah Abang pada Senin (3/5) pagi. Selain itu, dilakukan pengaturan terhadap alur masuk dan keluar sehingga dapat mengurai penumpukan di dalam pasar.

"Upaya mengurai kepadatan pengunjung ini agar tidak ada penumpukan pembeli di satu lokasi saja. Petugas mengingatkan agar jika satu lokasi penuh agar masyarakat tidak berkerumun dan mencari lokasi lainnya mengingat cukup banyak toko menjual produk serupa di kawasan Pasar Tanah Abang," ujarnya.

Menurutnya, seluruh pengunjung juga diminta untuk mencuci tangan menggunakan sabun, dicek suhu badan dan harus selalu menggunakan masker mulai dari pintu masuk.

"Petugas yang ada di posko dan di dalam pasar juga menggunakan pengeras suara melakukan imbauan agar masyarakat memahami betul pelaksanaan protokol kesehatan," paparnya.

Arief menuturkan, penutupan lebih cepat terhadap kios diberlakukan di Pasar Tanah Abang mulai Senin (3/5) sore. Toko yang berada di lantai ganjil diminta tutup pukul 16.00 WIB. Sementara, yang berada di lantai genap tutup jam 17.00 WIB.

"Kebijakan diberlakukan untuk mencegah penumpukan keluar pengunjung secara bersamaan," tegasnya

Dia menambahkan, koordinasi juga sudah dilakukan dengan PT Transjakarta terkait penyiapan bus dari Stasiun Dukuh Atas ke Pasar blok A Tanah Abang dengan harapan bisa mengurangi kepadatan orang yang membawa kendaraan ke kawasan Pasar Tanah Abang.

"PT Transjakarta sudah merespons hal itu, ada 20 bus yang disiapkan dari Stasiun Dukuh Atas-Pasar Blok A Tanah Abang PP,” ucapnya.

Melalui berbagai upaya tersebut diharapkan prokes bisa dijalankan semaksimal mungkin. Untuk itu, petugas masih akan terus disiagakan mengingat animo masyarakat untuk berbelanja kebutuhan Lebaran diprediksi masih akan tinggi dalam beberapa hari mendatang

"Pengetatan pengawasan aktivitas pengunjung pasar ini tidak hanya di Pasar Tanah Abang saja, melainkan juga dilakukan di seluruh pasar yang berada di bawah naungan Perumda Pasar Jaya yang ada di Jakarta. Berdasarkan hasil pemantauan hari ini, kondisi seluruh pasar berada dalam kondisi yang aman dan relatif terkendali," ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta pd pasar jaya pasar tanah abang Covid-19 kerumunan
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top