Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 di Kota Bogor Sangat Mengkhawatirkan

Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan perkembangan kasus Covid-19 di Kota Bogor, Jawa Barat, sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Juni 2021  |  01:32 WIB
Kasus Covid-19 di Kota Bogor Sangat Mengkhawatirkan
Ilustrasi penanganan pasien positif Covid-19. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, BOGOR – Penyebaran kasus Covid-19 di Kota Bogor, Jawa barat, sudah sangat mengkhawatirkan dan tempat tidur di 21 rumah sakit rujukan sudah terisi hampir penuh, kata Wali Kota Bogor, Jawa Barat, Bima Arya Sugiarto.

"Situasinya sudah nyaris melampaui batas kita semua untuk menanganinya. Harus ada langkah-langkah yang luar biasa secara lebih makro," ungkapnya selepas mengunjungi Rumah Sakit Marzoeki Mahdi di Kota Bogor pada Minggu (27/6/2021).

Menurut dia, berdasarkan data Dinas Kesehatan, dalam sepekan terakhir angka kasus positif Covid-19 di Kota Bogor mencapai rata-rata 300 kasus per hari. "Hari Minggu ini sampai pukul 14:00 WIB, kasus positif Covid-19 sudah 262 kasus."

Dia menjelaskan warga Kota Bogor yang positif Covid-19 dan masih sakit saat ini sebanyak 3.023 kasus, sedangkan ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di 21 rumah sakit rujukan ada 936 tempat tidur, serta di Pusat Isolasi Covid-19 di Gedung Pusdiklat BPKP di Ciawi terdapat 100 tempat tidur.

"Ketersediaan tempoat tidur di RSUD sudah penuh 100 persen untuk pasien Covid-19, sedangkan di rumah sakit lainnya secara keseluruhan juga sudah terisi hampir penuh," kata Bima Arya.

Dia juga menyebutkan persentase peningkatan kasus Covid-19 di Kota Bogor pada pekan ini mencapai 78 persen dan kenaikan angka kematian kasus Covid-19 pada pekan ini mencapai 125 persen. "Angka-angka ini sudah sangat mengkhawatirkan," ucapnya.

Bima Arya berpendapat perlu ada kebijakan yang lebih ketat dalam skala lebih makro agar pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berskala (PPKM) Mikro di tingkat RW dan RT bisa tetap berjalan efektif. "Tanpa ada pembatasan yang ketat dalam skala lebih makro, PPKM mikro tidak akan efektif."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kota bogor Covid-19

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top