Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Angka Reproduksi Covid-19 di Jakarta Turun Jadi 1, Apa Artinya?

Anies meminta masyarakat untuk tetap disiplin menjaga momentum pelandaian kurva pandemi Covid-19 di Ibu Kota.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 14 Agustus 2021  |  16:18 WIB
Angka Reproduksi Covid-19 di Jakarta Turun Jadi 1, Apa Artinya?
rnPetugas kepolisian melarang pengendara mobil berplat nomor ganjil memasuki Jalan Sudirman di kawasan Bundaran Senayan, Jakarta, Kamis (12/8/2021). Pemprov DKI Jakarta menerapkan sistem ganjil genap di delapan ruas jalan di Jakarta pada pukul 06.00-20.00 WIB untuk mengendalikan mobilitas warga mengikuti perpanjangan PPKM Level 4 hingga 16 Agustus mendatang. - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim angka reproduksi atau potensi penularan Virus Corona (Rt) di DKI Jakarta menurun menjadi 1.

Anies mengklaim angka tersebut berdasarkan berdasarkan hasil kajian Fakultas Kesehatan Masyarakat atau FKM UI.

 “Perhitungan terakhir dari FKM UI menunjukkan bahwa nilai Rt Jakarta tepat di 1,0. Artinya, pandemi melandai, tetapi belum benar-benar berkurang,” kata Anies melalui keterangan daring, Sabtu (14/8/2021).

Oleh karena itu, Anies meminta masyarakat untuk tetap disiplin menjaga momentum pelandaian kurva pandemi Covid-19 di Ibu Kota.

Pasalnya, angka Rt masih berpotensi meningkat mengikuti intensitas mobilitas masyarakat.

“Di masa lalu pernah naik, turun, saat ini kita sudah di angka 1,0. Bila mobilitas penduduk Jakarta tiba-tiba kembali tinggi, maka angka reproduction ini akan meningkat lagi,” kata dia.

Anies menegaskan, pihaknya bakal tetap mengikuti ketentuan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4 dari pemerintah pusat.

Dia beralasan, aturan relaksasi itu sudah diatur secara terintegrasi melalui sistem pelevelan PPKM tersebut.

“Itu ada kriterianya dan kriterianya bisa dibaca oleh siapa saja, jadi kriteria tentang tingkat keterisian di rumah sakit kemudian tentang positivity rate kemudian tentang mobilitas jadi kita bekerjanya menggunakan patokan dan patokan yang kemarin sudah ditetapkan kita rujuk,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Virus Corona Covid-19
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top