Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anies Yakin Kualitas Daging Sapi dari NTT Tidak Kalah dengan Impor

Hal tersebut disampaikan Anies dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui PD Dharma Jaya dan Pemprov NTT hari ini.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  19:39 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Chief Championship Officer Formula E Alberto Longo dalam konferensi pers Jakarta E-Prix 2020 di Lapangan Monas, Jumat (20/9/2019). - Antara
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Chief Championship Officer Formula E Alberto Longo dalam konferensi pers Jakarta E-Prix 2020 di Lapangan Monas, Jumat (20/9/2019). - Antara

Bisnis.com, Jakarta - Gubernur Jakarta" target="_blank" title="dki Jakarta" >Dki Jakarta Anies Baswedan menilai kualitas Daging sapi asal Nusa Tenggara Timur (Ntt) yang akan dipasok ke Ibu Kota tidak kalah dibandingkan dengan Daging sapi impor.

Hal tersebut disampaikan Anies dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui PD Dharma Jaya dan Pemprov NTT hari ini.

Seperti halnya daging sapi impor, sambung Anies, daging sapi asal Kupang, NTT, juga tergolong sebagai yang terbaik untuk diolah menjadi bahan baku.

"Daging sapi NTT itu berkualitas bagus sebagai bahan baku untuk rendang dan bakso. Dibandingkan dengan daging impor, daging asal Kupang ini termasuk yang terbaik," ujar Anies, Selasa (26/10/2021).

Adapun, NTT akan memasok sekitar 16 persen kebutuhan daging sapi bulanan di DKI Jakarta. Hal tersebut disepakati melalui kerja sama antara Pemprov NTT dan PD Dharma Jaya.

Direktur Utama PD Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan NTT akan memasok sekitar 500 - 1.000 ton per bulan dari total kebutuhan sebanyak 6.000 ton per bulan.

"Kebutuhan daging sapi di DKI Jakarta saat ini sekitar 6.000 ton per bulan. Sekitar 500 - 1.000 ton akan dipasok dari NTT," ujar Raditya.

Adapun, sambungnya, dari 6.000 ton kebutuhan daging sapi bulanan di DKI Jakarta, sebanyak 95 persen di antaranya masih dipenuhi oleh daging sapi impor.

Terkait dengan hal tersebut, Raditya mengatakan PD Dharma berupaya meningkatkan pasokan sapi dari produsen dalam negeri secara bertahap. Termasuk melalui kerja sama dengan pemerintah provinsi lainnya di Indonesia.

Dia menambahkan PD Dharma Jaya juga membuka peluang pemasokan daging sapi ke Ibu Kota dari wilayah-wilayah lain di Tanah Air.

Adapun, kebutuhan daging sapi ke Jakarta juga dipasok dari Gorontalo. Namun, kebutuhan DKI Jakarta terhadap daging sapi dinilai masih cukup besar sehingga diperlukan pasokan dari wilayah lain.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta daging sapi dki jakarta ntt
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top