Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ledakan di Rumah Orangtua Veronica Koman, Ini Penjelasan Polisi

Suara ledakan keras terjadi di sekitar rumah milik orangtua aktivis HAM Veronica Koman di Jalan Jelambar Baru, Jakarta Barat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 November 2021  |  05:47 WIB
Ledakan di Rumah Orangtua Veronica Koman, Ini Penjelasan Polisi
Garis polisi - Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Suara ledakan yang diduga berasal dari bom terjadi di dekat kediaman orangtua Veronica Koman di Jalan Jelambar Baru, Jakarta Barat, Minggu (7/11/2021).

Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono membenarkan informasi tersebut.

Berdasarkan keterangan awal yang didapat, ledakan itu terjadi sekitar pukul 10.45 WIB di sekitar rumah orangtua aktivis HAM Veronica Koman.

"Benar, kita sudah melakukan olah TKP dan sudah berkoordinasi dengan Lab Forensik untuk mengetahui benda apa yang meledak," jelasnya dikutip dari Antara.

Diduga aksi teror

Pegiat HAM Papua Yan Christian Warinussy menyesalkan tindakan teror di rumah orangtua Veronica Koman tersebut.

"Kuat dugaan, tindakan ini merupakan teror masif berbuntut langkah advokasi Veronica Koman dari tempatnya berdomisili saat ini di Australia,” terangnya.

Menurutnya, aksi teror itu dilakukan pihak yang tak suka dengan kinerja Veronica Koman menyuarakan isu HAM selama ini.

Yan menegaskan tindakan seperti itu sangat bertentangan dengan Deklarasi Internasional tentang Pembela HAM yang disahkan pada tanggal 9 Desember 1998.

“Pasal 1 dari deklarasi ini jelas, mengatur tentang hak advokat Veronica Koman sebagai individu yang bebas bekerja dan tidak boleh diintimidasi dalam bentuk apa pun ketika menjalankan tugas advokasinya di tingkat nasional, bahkan internasional,” kata Warinussy.

Yan bahkan menilai aksi teror itu cenderung dapat dipahami sebagai upaya sistematis yang terstruktur.

Pria yang juga menjabat sebagai direktur eksekutif Lembaga Pengkajian, Pengembangan dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari itu mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengungkap tuntas kasus tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bom

Sumber : Antara

Editor : Setyo Puji Santoso
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top