Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sering Terjadi Kecelakaan, Transjakarta Tambah CCTV Termasuk di Dalam Bus

Jumlah CCTV di kawasan halte, lanjut dia, belum termasuk kamera pengawas yang juga ada di dalam kabin bus untuk mengawasi kinerja sopir dan aktivitas penumpang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Desember 2021  |  16:16 WIB
Kondisi bus TransJakarta yang mengalami kecelakaan di Cawang, Jakarta, Senin (25/10/2021). ANTARA - HO/Satlantas Polres Metro Jaktim
Kondisi bus TransJakarta yang mengalami kecelakaan di Cawang, Jakarta, Senin (25/10/2021). ANTARA - HO/Satlantas Polres Metro Jaktim

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menambah 10 persen kamera pengawas (CCTV) untuk mengawasi lalu lintas dan aktivitas penumpang pada 222 halte menyusul lima kecelakaan selama kurun waktu 40 hari terakhir.

Direktur Utama TransJakarta Mochammad Yana Aditya saat konferensi pers di Jakarta Timur, Sabtu, menjelaskan setiap halte dilengkapi empat hingga delapan unit CCTV.

"Dalam rencana tahun 2022 kami akan menambah 10 persen CCTV," imbuh Yana Aditya.

Jumlah CCTV di kawasan halte, lanjut dia, belum termasuk kamera pengawas yang juga ada di dalam kabin bus untuk mengawasi kinerja sopir dan aktivitas penumpang.

Seluruh CCTV di halte transit (BRT) maupun di dalam kabin bus, lanjut dia, terhubung langsung di Gedung Pusat Komando TransJakarta atau Operating Command Center (TJOCC).

Dari pusat komando itu, pihaknya dapat mengetahui apabila ada sopir yang bertindak ugal-ugalan atau melebihi kecepatan.

"Setiap melebihi kecepatan ada peringatan supaya tidak melebihi kecepatan. Ini butuh kedisiplinan baik pengemudi dan kami untuk memantau sekian banyak peredaran bus," ucap Aditya.

Setiap hari, dikatakan Aditya, sekitar 3.500 armada bus yang melayani operasional TransJakarta dengan total jumlah pengemudi mencapai sekitar 8.000 orang.

Adapun kecepatan maksimal adalah mencapai 50 kilometer per jam.

Ia mengakui dalam pemantauan, masih ditemukan beberapa pengemudi yang mengebut atau melebihi kecepatan 50 km per jam.

"Beberapa temuan memang masih ada di atas itu (di atas 50 km per jam) kami akan melakukan beberapa penindakan setelah ini," tutur Aditya.

Namun, khusus serangkaian kejadian kecelakaan pihaknya belum bisa mengungkapkan hasil temuan terkait kecepatan karena saat ini sudah ditangani kepolisian, yang lebih berwenang mengumumkan investigasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta transjakarta

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top