Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jadi Medan Perang, Begini Update Kasus Omicron di Jakarta

Pemerintah mempersiapkan Jakarta secara khusus untuk menjadi medan perang pertama menghadapi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  20:28 WIB
Petugas kesehatan melakukan tes usap Covid-19 kepada seorang bocah saat tes massal di Kelurahan Krukut, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (10/1/2022). Tes usap yang dilakukan kepada 500 warga Krukut tersebut menindaklanjuti ditemukannya 36 kasus Covid-19 di wilayah itu di mana satu di antaranya suspek varian Omicron. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja - wsj.
Petugas kesehatan melakukan tes usap Covid-19 kepada seorang bocah saat tes massal di Kelurahan Krukut, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (10/1/2022). Tes usap yang dilakukan kepada 500 warga Krukut tersebut menindaklanjuti ditemukannya 36 kasus Covid-19 di wilayah itu di mana satu di antaranya suspek varian Omicron. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja - wsj.

Bisnis.com, Jakarta - Pemerintah mempersiapkan Jakarta secara khusus untuk menjadi 'medan perang' pertama menghadapi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan alasan Jakarta dipersiapkan menjadi 'medan perang' menghadapi lonjakan varian Omicron karena lebih dari 90 persen transmisi lokal varian Omicron terjadi di DKI Jakarta.

"Kita harus memastikan kita bisa menangani perang menghadapi Omicron," kata Budi dalam konferensi pers daring, Minggu (16/1/2022).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan kerja sama pemerintah dalam menghadapi pandemi dipastikan berlanjut untuk memenangkan perang melawan Covid-19.

Riza menyebut Pemprov DKI akan mempererat kerja sama dengan Satuan Tugas Nasional Penanganan Covid-19, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, dan pihak-pihak lain untuk melawan varian Omicron.

"DKI Jakarta siap menghadapi medan perang dalam rangka melawan varian baru Omicron," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Senin (17/1/2022).

Dia menjelaskan, sebagai tempat transit warga negara asing (WNA) dan terdapat WNI yang datang dari luar negeri, Jakarta dinilai wajar, jika berisiko tinggi menjadi daerah dengan tingkat paparan tertinggi Covid-19.

Update Kasus Omicron

Kasus positif Covid-19 varian Omicron di DKI Jakarta tidak mengalami penambahan pada Minggu (16/1). Dengan penambahan tersebut, maka total kasus Omicron di Ibu Kota masih 720.

Secara lebih terperinci, sebanyak 567 kasus positif merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Sementara itu, sebanyak 153 lainnya bukan dari PPLN, melainkan transmisi lokal.

Secara umum, Dinkes DKI mencatat kasus konfirmasi Covid-19 pada Minggu (16/1) sebanyak 566 kasus. Dengan demikian, total kasus infeksi Virus Corona di Ibu Kota menjadi 870.929.

Adapun, angka tersebut turun jika dibandingkan dengan Sabtu (15/1) yaitu 720 kasus, tapi naik tipis dari Jumat (14/1) sebanyak 554 kasus.

Untuk kasus sembuh, kemarin Jakarta tercatat mengalami penambahan sebanyak 519 orang, sehingga total warga DKI sembuh dari Covid-19 menjadi 853.522 orang.

Jakarta juga tidak mencatatkan kasus meninggal akibat Covid-19 di DKI Jakarta sejak 15 Januari 2022. Adapun, total kematian akibat Covid-19 di Jakarta 13.591 orang.

Peningkatan kasus positif Covid-19 dan sembuh pada hari ini merupakan hasil pemeriksaan kepada 18.111 spesimen. Turun dibandingkan dengan 15 Januari 2022 di mana pemeriksaan dilakukan terhadap 18.137 spesimen.

Selain itu, kasus aktif Covid-19 pada hari ini bertambah 47 orang, sehingga totalnya menjadi 3.816 orang.

Sementara itu, sebanyak 89.809 orang telah disuntikkan vaksin dosis kedua hari ini, sehingga totalnya menjadi 9.458.923 orang. Untuk vaksin pertama, hari ini disuntikkan kepada 4.940 orang. Dengan demikian, totalnya menjadi 12.057.973 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Virus Corona Covid-19 omicron
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top