LPBI PWNU DKI Jakarta Soroti Penggunaan Air Tanah di Jakarta

Banjir di DKI Jakarta selain disebabkan kenaikan muka air laut karena perubahan iklim, juga terjadi akibat penurunan muka tanah dan penggunaan air tanah secara tidak terkendali
Suasana banjir di Jakarta/Facebook-Anies Baswedan
Suasana banjir di Jakarta/Facebook-Anies Baswedan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menilai penggunaan air tanah di apartemen, pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran dinilai berkontribusi terhadap bencana alam, terutama banjir.

Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PWNU DKI, Laode Kamaludin mengatakan, terendamnya beberapa lokasi di Jakarta terjadi akibat tiga faktor utama, yakni perubahan iklim yang mengarah pada kenaikan muka air laut, laju penurunan muka tanah (land subsidence) dan penggunaan air tanah secara masif.

“Jika proyeksi hanya difokuskan pada akibat perubahan iklim semata, maka dampak yang dihasilkannya tidaklah terlalu berat. Tetapi jika dua faktor itu bergabung menjadi satu dan berlangsung bersamaan dan terus menerus maka akan memberikan dampak yang sangat serius. Ini bukan main-main,” katanya, Minggu (12/6/2022).

Dia mengingatkan, dampak serius perubahan iklim tersebut mesti lekas ditanggapi dan ditanggulangi oleh semua elemen. Dia menilai selama ini pemangku kepentingan di pusat dan di DKI Jakarta belum seirama dalam menanggulangi dampak tersebut.

“Kementerian PU merekomendasikan agar mengurangi penggunaan air tanah di Jakarta. Tetapi Pemprov DKI sepertinya masih keberatan. Jika hal semacam ini tidak diselesaikan, jelas tidak ada titik temu untuk menanggulangi ancaman Jakarta tenggelam,” ungkapnya.

Sebagai langkah antisipatif, LPBI PWNU DKI Jakarta juga memperingatkan kepada pemilik apartemen serta gedung-gedung dan mall-mall di Jakarta yang masih menggunakan sumur tanah untuk beralih ke jaringan air PAM.

“Ini penting karena penggunaan air tanah secara massif oleh apartemen-apartemen di Jakarta turut menyumbang turunnya muka tanah di Jakarta,” ucapnya.

Menyikapi permasalahan itu, Kamal menyerukan kepada para pemilik apartemen, mal dan gedung gedung perkantoran di DKI Jakarta untuk menghentikan penggunaan air tanah secara tidak terkendali dan beralih ke jaringan air PAM.

LPBI PWNU DKI Jakarta juga meminta gubenur dan wakil gubernur DKI Jakarta segera menindak tegas pihak yang mencemari dan merusak lingkungan, mengingat agenda besar Presidensi G20 Indonesia salah satunya mengangkat tentang isu lingkungan dan perubahan iklim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper