Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kualitas Udara DKI Jakarta Pagi Ini Terburuk Ke-4 di Dunia

Kualitas udara di wilayah DKI Jakarta berada di zona oranye pada Senin (25/7/2022) pagi.
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 25 Juli 2022  |  09:16 WIB
Kualitas Udara DKI Jakarta Pagi Ini Terburuk Ke-4 di Dunia
Kepadatan kendaraan yang melintas di Jalan KH Abdullah Syafei, Jakarta, Selasa (19/7/2022). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyatakan, sebanyak 75 persen polusi udara di Ibu Kota berasal dari emisi kendaraan bermotor roda dua dan roda empat. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar - rwa.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kualitas udara di wilayah DKI Jakarta berada di zona oranye pada Senin (25/7/2022) pagi.

Merujuk situs pemantau udara iqair.com, indeks AQI US Jakarta pada pagi hari ini berada di angka 110 dan menjadi kota dengan kualitas udara terburuk ke-4 di dunia.

Hal ini menandakan bahwa kualitas udara Jakarta pada pagi ini bersifat tidak sehat bagi kelompok-kelompok sensitif.

Sementara itu, angka di atas menunjukkan bahwa konsentrasi PM2.5 atau partikel pencemar udara di Jakarta pada pagi ini 7,8 kali lipat melampaui ambang batas nilai panduan udara tahunan yang telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Meskipun kualitas udara di Jakarta pagi ini hanya berbahaya bagi kelompok sensitif, namun masyarakat tetap diimbau untuk tetap menerapkan sejumlah upaya perlindungan seperti menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup jendela untuk menghindari masuknya udara yang tidak sehat, serta menggunakan alat pemurni udara saat berada di dalam ruangan.

Sekedar informasi, seperti yang telah disebutkan, PM2.5 merupakan suatu jenis bahan pencemar yang terbentuk dari berbagai campuran kompleks seperti debu, asap, kotoran, serta cairan.

Partikel-partikel tersebut dapat ditemukan di udara dalam ukuran kecil. 

WHO mengonfirmasi bahwa partikel-partikel tersebut mampu menyebabkan berbagai jenis gangguan saluran pernapasan seperti kanker paru, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), dan kardiovaskular.

WHO telah menetapkan nilai ambang batas  pajanan tahunan, yaitu sebesar 5 mikrogram per meter kubik dan untuk harian kurang dari 25 mikrogram per meter kubik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kualitas udara dki jakarta who polusi udara
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top