Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mayoritas Pasien Covid-19 yang Meninggal Punya Komorbid Berat

Mayoritas kasus positif Covid-19 yang meninggal di DKI Jakarta memiliki komorbid berat.
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 08 Desember 2022  |  15:39 WIB
Mayoritas Pasien Covid-19 yang Meninggal Punya Komorbid Berat
Ilustrasi-Petugas medis mengambil sampel usap hidung dan tenggorokan dalam pemeriksaan untuk mendeteksi penularan Covid-19 - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Ngabila Salama mengatakan mayoritas kasus positif Covid-19 yang meninggal di DKI Jakarta memiliki komorbid berat.

Penyakit penyerta atau komorbid terbanyak seperti diabetes melitus (DM), hipertensi, penyakit jantung, stroke, kanker, dan gagal ginjal kronis.

Selain itu, penyakit kronis tuberkulosis (TBC) dan human immunodeficiency virus (HIV).

“Oleh karena itu pendekatan ke depan adalah perlu mengajak warga deteksi dini dan kontrol komorbid penyakit tidak menular,” kata Ngabila dalam keterangannya dikutip Kamis (8/12/2022).

Dikatakan, masyarakat dapat melakukan skrinigg gratis di fasilitas kesehatan (faskes) terdekat tanpa dipungut biaya alias gratis mengingat hal tersebut merupakan program pemerintah, di mana usia 15 tahun ke atas setiap tahunnya dilakukan skrining.

“Pemeriksaan yang dilakukan antara lain cek tekanan darah, gula darah, lingkar perut, status gizi, dan pertanyaan faktor risiko penyakit tidak menular lainnya. Masyarakat juga dapat mengakses mandiri melalui aplikasi JAKI dan JAKSehat dalam menu Aku Bugar untuk melakukan skrining mandiri,” jelas Ngabila.

Adapun, lanjut Ngabila, rata-rata usia di atas 40 tahun di Indonesia telah  memiliki 1 jenis komorbid penyakit tidak menular terutama hipertensi dan DM yang saat ini masih menjadi silent killer dan penyebab dari komplikasi penyakit lainnya. Seperti halnya stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal.

“Masalahnya di diagnosis secara awal atau tidak. Jangan sampai sudah terkena komplikasi lebih lanjut. Dengan mengetahui dari awal dan diberikan pengobatan yang teratur, komorbid terkontrol, akan menghindari dari berbagai penyakit termasuk risiko kematian Covid-19,” jelasnya

Ngabila juga mengimbau bagi masyarakat yang belum memiliki komorbid juga perlu melakukan pencegahan. Adapun beberapa langkahnya yakni dengan CERDIK di antaranya:

  1. Cek kesehatan rutin untuk usia 15 tahun ke atas setiap 6-12 bulan sekali untuk faktor risiko penyakit tidak menular
  2. Enyahkan asap rokok
  3. Rajin olahraga 30 menit sehari / 10.000 langkah per hari (5 hari dalam seminggu)
  4. Diet seimbang, 5 porsi sayur dan buah sehari, kurangi konsumsi Gula Garam Lemak (GGL)
  5. Istirahat cukup 7-8 jam sehari
  6. Kelola stres

Selanjutnya melakukan langkah-langkah CERIA di antaranya:

  1. Cerdas intelektual, emosional, spiritua
  2. Empati dalam berkomunikas
  3. Rajin beribadah
  4. Interaksi yang bermanfaat
  5. Asah asih asuh tumbuh kembang dalam keluarga dan masyarakat, untuk menjaga kebahagiaan dan produktivitas kita.

Sementara itu, apabila sudah terkena penyakit tidak menular, mulai kontrol dan kelola dengan PATUH:

  1. Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter
  2. Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur
  3. Tetap diet dengan gizi seimbang
  4. Upayakan aktivitas fisik dengan aman
  5. Hindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogenik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 dki jakarta hipertensi
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top