Dishub DKI: Rencana Penghapusan 417 Bus Transjakarta Telah Ada Sejak 2018

Penghapusan 417 bus Transjakarta tidak memberikan dampak kerugian terhadap Pemprov DKI Jakarta karena telah direncanakan sejak tahun 2018.
Pekerja melintas di dekat deretan bus TransJakarta di Jakarta, Sabtu (27/8/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pekerja melintas di dekat deretan bus TransJakarta di Jakarta, Sabtu (27/8/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Wacana penghapusan 417 bus Transjakarta tidak memberikan dampak kerugian terhadap Pemprov DKI Jakarta karena telah direncanakan sejak tahun 2018.

Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkapkan 417 unit bus Transjakarta yang akan dihapus telah selesai dari sisi usia teknis maupun usia ekonomisnya.

“Rencana penghapusan ini sudah diusulkan dari 2018 karena usia teknisnya sudah selesai lima tahun operasional, kilometer tempuhnya pun sudah tercapai, bus itu otomatis sudah direncanakan dihapus,” jelas Syafrin di Balai Kota Jakarta, yang dikutip Rabu (15/3/2023).

Meski demikian, Syafrin mengakui penghapusan ratusan unit bus itu akan mengakibatkan penyusutan harga dari harga beli sebelumnya. Dia mengatakan, bahwa penyusutan rata-rata sekitar 10-20 persen dari harga beli. 

“Harga beli awal 417 bus tersebut jika ditotalkan angkanya sekitar Rp22 miliar,” jelasnya. 

Sebagai informasi, dari 417 bus sebanyak 36 bus telah disimpan di terminal Pulo Gadung, yang kemudian ada sekitar 22 bus kondisinya saat ini telah dijarah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, di mana besi-besi dari 22 unit bus tersebut dipreteli.

“Penjarahnya saat ini sudah ditangkap di Polres Jaktim, tentu karena ini sudah dijarah dilaporkan untuk dihapus,” jelasnya. 

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ismanto menjelaskan, Terdapat beberapa merk bus Transjakarta yang akan dihapus, antara lain Zhongtong, Yutong, Hino, Mercedez, Hyundai, Komodo, Ankai, dan Inobus.

Secara rinci, untuk merek Zhongtong ada 30 unit bus yang akan dihapus, Yutong 30 unit, Hino 90 unit, Mercedez 28 unit, Hyundai 69 unit, Komodo 48 unit, Ankai 83 unit, dan Inobus terdapat 39 unit.

Adapun rencana pengurangan bus Transjakarta tersebut saat ini masih menunggu persetujuan dari pihak DPRD DKI Jakarta, sementara Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) akan menindaklanjuti apakah bus tersebut akan dilelang atau dipindahtangankan. 

“Proses saat ini menunggu persetujuan DPRD DKI Jakarta, jika disetujui, selanjutnya BPAD yang akan melanjutkan prosesnya apakah akan di lelang atau pindah tangan,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper