Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IPA Hutan Kota Bermasalah, PAM Jaya Klaim Butuh Dana Rp150 Miliar

PAM Jaya berdiskusi dengan Jakpro untuk memperbaiki fasilitas IPA Hutan Kota agar penyaluran air bersih di Jakarta berjalan dengan baik.
Akses air bersih dan sanitasi merupakan bagian integral dari rumah yang aman, sehat dan layak. Akses air bersih merupakan salah satu program Habitat for Humanity./Dok. Habitat for Humanity Indonesia
Akses air bersih dan sanitasi merupakan bagian integral dari rumah yang aman, sehat dan layak. Akses air bersih merupakan salah satu program Habitat for Humanity./Dok. Habitat for Humanity Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA — BUMD DKI PAM Jaya membutuhkan anggaran sebesar Rp150 miliar untuk mengatasi permasalahan krisis air bersih pada instalasi pengolahan air (IPA) hutan kota. Seperti diketahui fasilitas ini adalah salah satu sumber yang menyalurkan air bersih di Jakarta.

Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasruddin mengatakan, level total dissolved solid (TDS) Waduk Hutan Kota saat ini tengah dalam level yang tinggi, sehingga air bersih tidak tersalurkan dengan baik. 

“TDS itu merupakan kadar mineral dan garam, di IPA Hutan Kota saat ini kadarnya tinggi sekali, memang sangat disayangkan saat pembangunan hutan kota teknologinya tidak menggukan Sea Water Reverse Osmosis [SWRO],” ujar Arief di Jalan Muara Baru 58 No. 19 RT 21/RW 17, Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (4/10/2023).

SWRO merupakan sebuah teknologi untuk memisahkan kandungan garam yang terkandung untuk memperoleh air tawar. Sementara itu, level TDS di IPA hutan kota saat ini berada di sekitar 1.000, dan angka ini harus diturunkan ke level 200 untuk memperoleh air bersih. 

“Dari 1000 TDS menjadi di bawah toleransi dari kita di bawah 200, dan itu yang sebenarnya diharuskan sama kita sekarang ini. Jadi teknologinya sedang kita perbaiki,” jelasnya.

Adapun untuk memperbaiki teknologi di IPA hutan kota tersebut, Arief mengaku perlu untuk berdiskusi terlebih dahulu bersama dengan BUMD DKI Jakarta Propertindo (Jakpro), sebab pihak pengelola fasilitas ini adalag Jakpro.

Diskusi tersebut harus dilakukan karena terdapat sisi korporasi terlebih dahulu yang dituntaskan, sebab investasi yang dikeluarkan untuk menjalankan aksi korporasi ini tidak kecil. 

“Kita memang sedang bahas bersama Jakpro karena Jakpro waktu itu yang kelola. Kita siap untuk memperbaiki. Jadi memang ada sisi koorporasi yang harus kita persiapkan. Takutnya nanti jadi salah karena itu investasinya enggak kecil,” jelasnya.

Sebagai informasi, PAM Jaya perlu mengeluarkan anggaran sebesar Rp150 miliar untuk memperbaiki IPA hutan kota. Adapun untuk proses pengerjaannya akan diumumkan kemudian. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper