PILKADA DKI: Foke tak jadikan penghargaan materi kampanye

JAKARTA: Penghargaan internasional yang dimiliki Fauzi Bowo seperti finalis Mayor Word Prize 2008 tidak akan dipakai sebagai materi kampanye untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2012.Budi Siswanto, Sekretaris Tim Sukses pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi
Sekretariat Redaksi | 09 April 2012 21:21 WIB

JAKARTA: Penghargaan internasional yang dimiliki Fauzi Bowo seperti finalis Mayor Word Prize 2008 tidak akan dipakai sebagai materi kampanye untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2012.Budi Siswanto, Sekretaris Tim Sukses pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, mengatakan pihaknya akan fokus pada kinerja pasangan calon gubernur dan calon cawagub) DKI dan hasil karyanya yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat."Terbukti melalui berbagai survei, penerimaan warga Jakarta terhadap kinerjanya yang terus meningkat berdasarkan survei berbagai lembaga independen," katanya, Senin, 9 April 2012.Menurutnya, bagi kepala daerah, tentunya kunci keberhasilan ada pada kerja nyata yang diberikannya kepada masyarakat. Namun, dia mempertanyakan apakah keberhasilan memimpin di suatu daerah dapat serta merta diterapkan di Jakarta yang kondisi masalahnya lebih berat.Ahli Perkotaan Universitas Indonesia Yayat Supriyatna mengatakan masyarakat Ibu Kota tidak perlu silau terhadapat maraknya penghargaan internasional yang diberikan lembaga tertentu kepada kepala daerah, baik gubernur, bupati maupun walikota. "Masyarakat jangan silau, tetapi harus melihat apakah lembaga tersebut bisa dipercaya. Apakah kemunculan namanya ini merupakan bagian dari kampanye," ujarnya. Dia mengungkapkan hal itu menanggapi maraknya pemberitaan media masa mengenai nominasi dalam World Mayor Prize 2012 yang diterima 3 kepala daerah yaitu Tri Rismaharini (Walikota Surabaya), Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulsel) dan Joko Widodo (Walikota Solo).Pengamat politik LIPI Tri Ratnawati mengatakan masyarakat perlu kritis dalam melihat pemberian penghargaan luar negeri kepada kepala daerah dikaitkan dengan situasi politik di dalam negeri."Sebab, banyak kepala daerah lain di Indonesia yang berhasil dalam melaksanakan tugasnya dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang dipimpin, tetapi tidak dipublikasikan secara luas," ujarnya. (tw) 

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top