USAHA KECIL: Ribuan pedagang bakso di Jakarta terancam gulung tikar

JAKARTA: Ribuan pedagang bakso dan pengusaha pengolahan daging sapi skala mikro, kecil dan menengah di Jakarta terancam gulung tikar akibat kelangkaan bahan bakunya sejak dua bulan lalu setelah pemerintah menetapkan pengurangan kuota daging sapi impor
Sekretariat Redaksi
Sekretariat Redaksi - Bisnis.com 13 April 2012  |  18:28 WIB

JAKARTA: Ribuan pedagang bakso dan pengusaha pengolahan daging sapi skala mikro, kecil dan menengah di Jakarta terancam gulung tikar akibat kelangkaan bahan bakunya sejak dua bulan lalu setelah pemerintah menetapkan pengurangan kuota daging sapi impor hingga 60%.  Sekretaris Komite Daging Sapi Wilayah DKI Jakarta dan Sekitarnya Afan Anugroho mengatakan pihaknya hampir setiap hari menerima keluhan dari pedagang bakso, restoran, kafe, usaha katering dan perusahaan pengolahan daging sapi skala mikro, kecil dan menengah (UMKM) karena terancam bangkrut.“Usaha yang mereka rintis dengan susah payah itu terancam bangkrut karena tidak mendapatkan daging sapi, baik dari impor maupun lokal, untuk bahan baku produknya sejak ada kebijakan pemerintah mengurangi kuota impor komoditas tersebut,” katanya di Jakarta hari ini.Menurutnya, ratusan ribu pedagang bakso dan pengusaha pengolahan daging sapi dengan karyawannya berencan mendatangi kantor Kementrian Pertanian untuk menjelaskan mengenai nasib usaha mereka yang terancam bangkrut dan menyebabkan pemutusan hubungan kerja.Sementara itu, Hermanto, Manager UD Husada Sari Rasa, mengatakan perusahaanya melayani distributor yang masok pedagang bakso, katering dan pedagang pasar tradisional terpaksa memangkas volume produksi bako secara signifikan dari 400.000 butir per hari menjadi hanya 100.000-200.000 butir bakso per hari akibat kelangkaan daging sapi.“Kelangkaan daging sapi diikuti kenaikan harganya untuk jenis tetalan 80 CL dari Rp32.000 per kg menjadi Rp48.000 per kg dan tetelan 65 CL dari Rp26.000 per kg menjadi Rp39.000 per kg, tetapi kami masih menjual produk baksonya Rp100-Rp400 per butir dan sulit untuk dinaikkan,” ujarnya.Dia menjelaskan pihaknya dan perusahaan sejenis yang lain terpaksa mengurangi komposisi daging sapi dalam bakso atau produk olahan lain dengan memperbanyak tepungnya serta memperkecil ukuran untuk bakso dari 150 gram per butir menjadi 120 gram per butir.Menurutnya, kebijakan manajemen UD Husada Sari Rasa di Perkampungan Industri Kecil Blok-F No. 15-20, Pulogadung, Jakarta Timur itu diikuti dengan pengurang jumlah karyawan dari 150 orang menjadi hanya 40-50 orang karena terjadi penurunan volume produksi akibat kelangkaan bahan baku.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top