MENARA TELEKOMUNIKASIPemprov DKI disarankan lakukan penertiban

 
Sekretariat Redaksi | 26 April 2012 21:57 WIB

 

JAKARTA: Pengusaha dan konsultan telematika mendesak Pemprov DKI Jakarta mengatur pembangunan menara telekomunikasi agar tidak mengganggu keindahan tata ruang kota dengan tetap  mendorong pengembangan industri teknologi informasi di daerahnya.
 
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan dan Konsultan Telematika Indonesia DKI Jakarta Nasfi Burhan mengatakan industri teknologi informasi dan telematika di Ibu Kota tumbuh jauh lebih pesat dari daerah lain di Indonesia sesuai dengan tingkat kebutuhan warganya yang sangat tinggi. 
 
“Industri telekomunikasi yang tumbuh sangat pesat, di antaranya terlihat dari banyaknya bangunan tower atau menara komunikasi, yang harus diatur agar tidak mengganggu tata ruang kota sehingga Jakarta tidak menjadi hutan tower,” katanya di Jakarta hari ini.
 
Menurutnya, Asosiasi Perusahaan dan Konsultan Telematika Indonesia (Aspekti) DKI beranggotakan 600 perusahaan itu senantiasa menjalin kemitraan dengan Pemprov DKI untuk menata dalam upaya mendorong kemajuan industri telematika di Ibu Kota.
 
Sebab, lanjutnya, industri telematika dibutuhkan oleh instansi pemerintah dan swasata untuk mendukung jaringan sistem telekomuniasi bagi kepentingan bisnis dan sosial, baik di dalam gedung, antara gedung maupun antar daerah hingga ke belahan dunia yang lain.
 
Nasfi menjelakan industri telematika yang mencakup antara lain teknologi informasi dan komunikasi secara audio, video dan tulisan, serta jaringan Internet, radio dan televisi yang tumbuh sangat pesat.    
 
Inkubator bisnis TI
 
Sementara itu Ketua Panitia Musyawarah Provinsi ke-II Aspekti DKI Laode M. Kamaluddin mengatakan prospek industri telematika di Jakarta cukup cerah mengingat sebagian besar penduduknya adalah kelas menengah ke atas dan kalangan terpelajar.
 
Kebutuhan kelompok masyarakat tersebut terhadap teknologi informasi dan telematika sangat tinggi, terutama para kaum muda di Jakarta yang mulai menggeluti teknologi tersebut yang merupakan generasi muda cyber yang tidak lama lagi akan menjadi kelas menengah baru.
 
“Di Jakarta terdapat banyak generasi muda cyber yang memiliki kemampuan baik dalam memanfaatkan teknologi informasi dan telematika, dengan tingkat kreatifitas yang tinggi akan menjadi masyarakat kelas menengah baru di Ibu Kota,” tegasnya.
 
Laode mengatakan Pemprov DKI perlu membangun lebih banyak pusat inkubator bidang teknologi informasi di  6 wilayahnya untuk mewadahi kalangan generasi muda dalam menyalurkan kreatifitas positifnya di bindang telematika.
 
Sebab, lanjutnya, upaya mendorong perkembangan telematika sangat penting untuk menjadi mesin percepatan yang efektif dalam memacu pertumbuhan ekonomi secara terintegrasi di Jakarta. (sut)
 

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top