Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INFRASTRUKTUR JAKARTA: Penghentian proyek harus diikuti audit BPKP

BISNIS.COM, JAKARTA--Penghentian sementara proyek Jalan Layang NonTol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang harus diikuti kejelasan penggunaan anggaran dari BPKP dan BPK. Kendati Pemprov DKI sudah menganggarkan dalam APBD 2013 tetapi harus ada tender
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 23 April 2013  |  11:15 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Penghentian sementara proyek Jalan Layang NonTol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang harus diikuti kejelasan penggunaan anggaran dari BPKP dan BPK.
 
Kendati Pemprov DKI sudah menganggarkan dalam APBD 2013 tetapi harus ada tender baru karena tidak bisa main nyambung proyek yang sempat disetop.
 
Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengatakan  proyek yang dibangun sejak 2011 tersebut sempat disetop yang seharusnya selesai Juni 2013.

Jika penganggaran proyek multiyears, sambung Ahok, seharusnya tidak disetop di tengah jalan.
 
Hal itulah yang membuat khawatir Pemprov DKI terkait dihentikan sementara sampai persoalan ini tuntas.

Soalnya kalau sudah berhenti, harus audit BPKP dan BPK mengenai tafsirannya.

Ahok pun tidak bisa memastikan penghentian proyek ini benar atau salah.

"Makanya saya gak bisa pastikan ini benar atau salah, saya minta audit dari BPK dan BPKP," katanya di Balaikota, Senin (22/4/2013) malam.

Persoalan ini terungkap setelah penggantian kepala Dinas Pekerjaan Umum.

Alokasi anggaran dalam APBD DKI 2013 Pembangunan jalan layang paket KH Mas Mansyur sebesar Rp64 miliar, paket Jl Prof Dr Satrio Rp21,5 miliar, anggaran pembangunan ramp on-off barat Rp1,5 miliar dan ramp on-off timur Rp12,5 miliar.

Total untuk penerusan dan penyelesaian pembangunan JLNT kampung Melayu-Tanah Abang mencapai Rp101,5 miliar.  (ra)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

audit kampung melayu-tanah abang jalan layang nontol
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top