Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pusat Belanja Bisa Dikembangkan di 6 Kawasan TOD

Hedwi Prihatmoko
Hedwi Prihatmoko - Bisnis.com 05 Desember 2013  |  19:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pusat perbelanjaan berpotensi untuk dikembangkan di enam kawasan yang diarahkan sebagai kawasan transit oriented development (TOD ).

TOD merupakan konsep keterhubungan area permukiman dan komersial dengan sarana transportasi publik (transit oriented development/TOD).

Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti Nirwana Yoga menyebutkan keenam kawasan tersebut adalah kawasan Dukuh Atas, Manggarai, Senen, Harmoni, Grogol, dan Lebak Bulus.

Dia menjelaskan pada dasarnya, kebijakan pembangunan area komersial, termasuk di dalamnya pusat perbelanjaan, sebenarnya telah diatur di dalam Peraturan Daerah (Perda) No.1/2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2030. Sebagai penjabaran atas Perda RTRW ini, lanjutnya, saat ini pemprov tengah menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) 2030.

“Ini sebenarnya bisa jadi peluang bagi para pengelola pusat belanja untuk memberikan masukan kepada Gubernur dan DPRD dalam pengembangan 6 kawasan TOD tersebut, mumpung RDTR 2030 sedang disusun,” katanya saat dihubungi Bisnis, Kamis (5/12/2013).

Dengan begitu, lanjutnya, pembangunan pusat perbelanjaan bisa sesuai dengan keinginan pemprov yang ingin mengarahkan Jakarta ke konsep TOD dan tidak merusak tata ruang DKI. Pasalnya, jelasnya, pada saat ini, 80% pembangunan di DKI tidak sejalan dengan RTRW dan RDTR sebelumnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama pernah menyampaikan pembangunan pusat perbelanjaan bisa dilakukan jika selaras dengan konsep TOD yang diusung oleh pemprov.

Selain itu, pria yang akrab disapa Ahok ini menyarankan pembangunan pusat perbelanjaan sebaiknya diarahkan ke wilayah Jakarta Timur karena masih banyak area yang berpeluang dijadikan pusat perbelanjaan baru.

Menanggapi saran Ahok, Nirwana Yoga berpendapat pembangunan pusat perbelanjaan bisa dibangun di mana saja selama pembangunannya sesuai dengan RTRW dan RDTR yang telah disusun.

“Jadi bukan diarahkan ke Jakarta Timur atau ke mana, yang penting pembangunannya sesuai dengan RTRW dan RDTR yang perencanaannya hingga 20 tahun ke depan,” ujarnya.   

 

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

moratorium mal
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top