Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyek Monorel Mangkrak, Jokowi 'Dipermalukan'

Bisnis.com, JAKARTA Pengamat transportasi Darmaningtyas menilai proyek transportasi massal monorel mempermalukan Jokowi.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 17 Februari 2014  |  18:06 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Lambatnya kemajuan proyek monorel dinilai berdampak negatif bagi Gubernur DKI Joko Widodo alias Jokowi.

Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia, MTI, Darmaningtyas menilai proyek transportasi massal monorel mempermalukan Jokowi.

Setelah empat bulan dari masa groundbreaking, proyek monorail dinilai tidak menunjukkan kemajuan apa pun.

Peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek monorel berlangsung di kawasan Kuningan Jakarta Pusat pada 16 Oktober 2013.

Setelah empat bulan berjalan, ternyata syarat dokumen untuk perjanjian kerja sama berupa financial closing, kajin teknis dan aspek legal belum dipenuhi PT Jakarta Monorail, PT JM, selaku investor.

"Dari segi pemerintah enggak ada yang salah karena proyek monorel dilakukan swasta. Jokowi harus minta tanggung jawab kepada investor karena sudah sanggupin diri menyelesaikan proyek monorel," kata Darmaningtyas, Senin (17/2/2014).

Sebenarnya, kemungkinan potensi mangkraknya proyek ini sudah diendus sejak monorel ditangani oleh PT JM dengan investor Ortus Holdings milik Edward Soeryajaya beberapa waktu lalu.

Darmaningtyas ketika public hearing di Balai Kota DKI sudah menyampaikan kepada Jokowi terkait jaminan investor bisa menyelesaikan proyek tersebut.

Seperti diketahui PT JM yang berkolaborasi dengan PT Adhi Karya pernah gagal menggarap proyek tersebut setelah diresmikan pada 2004 oleh Presiden RI Megawati pada era itu.

Karena satu dan lain hal, akhirnya proyek berhenti di tengah jalan. Kemudian datanglah Ortus Holding yang sanggup melanjutkan proyek dengan target rampung 2017.

Sayangnya, investor belum menunjukkan progres yang kelihatan meskipun berkilah sudah melakukan segala macam tahapan antara lain tes pondasi, pembuatan beton lintasan, mengurus izin tata ruang udara untuk stasiun monorel dan sebagainya.

Di sisi lain, masyarakat ingin kemajuan pembangunan monorel terbukti di lapangan.

Darmaningtyas pun tidak kaget jika publik mempertanyakan monorel yang belum terlihat perkembangannya.

Lokasi groundbreaking ditutup spanduk compang-camping serta hanya terlihat tanah datar yang ditumbuhi rerumputan.

"Saya tidak kaget mandegnya PT Monorail karena tidak segampang itu mengambil alih. Beli harus pakai duit," kata Darmaningtyas.

Ia mengingatkan, Jokowi hendaknya segera memanggil pihak PT JM untuk diminta kesanggupannya menyelesaikan proyek monorel.

"Kalau masih sanggup lantas diberi tenggat waktu tertentu untuk melanjutkan hingga selesai. Kalau tidak lebih baik dicabut dan ditawarkan kepada investor lain," ujar Darmaningtyas.

Langkah tegas seperti itu, lanjut Darmaningtyas, harus dilakukan Jokowi agar upaya meningkatkan pelayanan transportasi massal di Ibu Kota segera terwujud. (Bisnis.com)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jokowi monorel
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top