Revitalisasi Angkot DKI Tak Bermaksud Hapus Mikrolet

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyatakan kaji ulang rencana revitalisasi angkutan umum berjenis mobil kecil (mikrolet) dengan daya angkut minim tidak bermaksud menghapus angkot secara keseluruhan.
Rustam Agus | 02 April 2014 12:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Pemprov DKI Jakarta terus menggodok rencana revitalisasi angkot dari jalanan ibu kota lantaran banyak dikelola manajemen perorangan yang kerap menimbulkan masalah.

Namun Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyatakan kaji ulang rencana revitalisasi angkutan umum berjenis mobil kecil (mikrolet) dengan daya angkut minim  tidak bermaksud menghapus angkot secara keseluruhan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta M Akbar menjelaskan pengkajian angkot tersebut diarahkan kepada manajemen operasi angkutan umum yaitu soal kewajiban setoran dan kepemilikan perorangan atas angkot.

"Bagaimana konsepnya lagi kita susun. Sistem sekarang mereka harus membawa setoran," ujarnya seperti dikutip laman Pemprov DKI Jakarta, Selasa (1/4/2014).

Dengan mengubah sistem manajemen tersebut, lanjut Akbar, ada kemungkinan terdapatbeberapa konsekuensi seperti perubahan jenis kendaraan, manajemen angkutan ,dan faktor kepemilikan atas angkot tersebut.

"Memang ada konsekuensinya dengan perubahan sistem itu. Sopirnya tetap tapi mereka akan digaji. Gajinya belum tahu," ujarnya.

Namun Akbar belum dapat memastikan bagaimana nanti jenis angkutan umum tersebut setelah direvitalisasi.

Saat ini kajian tengah dilakukan dengan Organda dan unit terkait lainnya. Akbar berharap revitalisasi tidak mengalami kendala sehingga bisa segera diselesaikan.

"Kalau sudah ada konsepnya, nanti kita coba dulu satu trayek. Baru disempurnakan. Mudah-mudahan tahun ini bisa selesai," harapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
angkot, revitalisasi angkutan umum, mikrolet

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top