Dicari Solusi, Pembangunan Jalan Layang Simpang Gaplek Pondok Cabe

Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan melibatkan Pengadilan Negeri jika musyawarah dengan warga terkait ganti rugi lahan proyek jalan layang Simpang Gaplek, Pamulang, menemui jalan buntu.
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 02 Desember 2014  |  18:12 WIB
Dicari Solusi, Pembangunan Jalan Layang Simpang Gaplek Pondok Cabe
Pembangunan jalan tol layang - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA-Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan melibatkan Pengadilan Negeri jika musyawarah dengan warga terkait ganti rugi lahan proyek jalan layang Simpang Gaplek Pondok Cabe, Pamulang, menemui jalan buntu.

Sejumlah warga pemilik lahan terkena proyek fly over itu menolak besaran nilai ganti rugi yang ditetapkan tim pengadaan lahan sebesar Rp6,5 juta per m2, dan mereka meminta Rp20 juta-Rp30 juta per m2.

Heru Agus Purnomo, Kepala Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Tangsel, mengatakan pihaknya akan mempelajari keberatan warga atas penepatan ganti rugi pembangunan fly over Simpang Gaplek Pondok Cabe.

“Secepatanya kami akan membahas kembali masalah itu [penolakan warga atas nilai ganti rugi yang ditetapkan pemerintah],” katanya, Selasa (2/12/2014).

Rencananya jalan layang Simpang Gaplek, Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang dibangun sepanjang sekitar 1 km dengan lebar 34 meter yang diperkirakan akan menggusur sekitar 123 kavling milik warga.

Dia menjelaskan jika dalam musyawarah dengan warga terkait ganti rugi tersbut tidak mencapai titik temu, maka persoalan sengketa harga lahan akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tangerang.

Sebab, lanjutnya, sesuai prosedurnya jika warga keberatan dengan nilai ganti rugi maka dana pembebasan lahan akan dititipkan ke pengadilan dan warga mengambil di sana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tangerang selatan

Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top