Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Bukti Malaysia Belajar Kebersihan ke Kota Tangerang

Pemerintah Malaysia berkunjung ke Kota Tangerang untuk mempelajari program pengelolaan sampah yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah.
Muhammad Abdi Amna
Muhammad Abdi Amna - Bisnis.com 28 Januari 2015  |  23:50 WIB
Logo Kota Tangerang - kotatangerang.go.id
Logo Kota Tangerang - kotatangerang.go.id

Bisnis.com, TANGERANG— Pemerintah Malaysia berkunjung ke Kota Tangerang untuk mempelajari program pengelolaan sampah yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan upaya Pemkot Tangerang menangani permasalahan sampah dalam lima tahun terakhir telah menarik perhatian pemerintah Malaysia.

“Tahun lalu mereka [pemerintah Malaysia] ke Palembang. Sekarang Kota Tangerang yang dipelajari, mungkin setelah ini Surabaya. Kota ini menjadi pilihan karena penataan kota dinilai sudah sangat bagus,” katanya di Kota Tangerang, Rabu (28/1/2015).

Berdasarkan rekomentasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kota Tangerang dipilih sebagai lokasi percontohan.

Arief mengatakan sejak dinobatkan sebagai kota terkotor pada 2006, Kota Tangerang terus berinovasi hingga akhirnya meraih penghargaan Adipura dan Adipura Kencana selama dua tahun terakhir.

Tak hanya itu, Pemkot Tangerang pun berhasil memberikan kesadaran terhadap masyarakat dengan membentuk komunitas peduli sampah. Selain itu, saat ini telah dibentuk kampung hijau, kampung bersih dan lainnya di sejumlah pemukiman warga.       

Untuk diketahui, tiga orang perwakilan Pemerintah Malaysia yang berkunjung ke Kota Tangerang dipimpin oleh Kepala Badan Pengelola Sampah dan Kebersihan Malaysia Datuk Abdurrahim bin Noor. (Bisnis.com)

BACA JUGA:

Cara Wapres JK "Jualan" di Antara Investor Jepang

3 Jurus Angkasa Pura II Berantas Taksi Gelap

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tangerang
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top