Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Obligasi Daerah, Pemprov DKI Cari Dana Untuk Biayai Program Rp12 Triliun

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Tuty Kusumawati mengatakan penerbitan obligasi daerah merupakan salah satu cara Pemprov DKI mencari skema pembiayaan lain (creative financing) selain dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 29 Mei 2016  |  22:39 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Tuty Kusumawati mengatakan penerbitan obligasi daerah merupakan salah satu cara Pemprov DKI mencari skema pembiayaan lain (creative financing) selain dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Kendati total APBD DKI lebih baik besar dibanding daerah lain, yakni sekitar Rp70 triliun, Tuti mengungkapkan program-program infrastruktur yang harus dilaksanakan oleh pemerintah sangat banyak.

"Pemprov DKI mau tak mau harus membuat prioritas sehingga masyarakat harus menunggu beberapa tahun sampai semua program bisa terlaksana," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (29/5/2016).

Dia menuturkan angka tersebut didapat setelah Pemprov DKI membuat rencana kerja pemerintah daerah [RKPD] 2017 dan menyisir program-program prioritas.

"Hasilnya, total program yang dananya di luar APBD mencapai Rp12 triliun," jelasnya.

Program-program tersebut a.l. pembangunan rumah susun, jalan raya (underpass dan fly over), rumah sakit, hingga trotoar di jalan-jalan protokol.

"Selain dari obligasi daerah, kami berencana membiayai program tersebut melalui dana dari kewajiban pengembang dan tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility [CSR]," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obligasi daerah
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top