Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ahok Tandatangani UMP DKI 2017 Rp3,35 Juta

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akhirnya telah memutuskan bahwa besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI 2017 sebesar Rp3.355.750 atau naik 8,25% dibandingkan tahun ini Rp3.100.000 per orang per bulan.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 27 Oktober 2016  |  20:18 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akhirnya telah memutuskan bahwa besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI 2017 sebesar Rp3.355.750 atau naik 8,25% dibandingkan tahun ini Rp3.100.000 per orang per bulan.

"UMP 2017 sudah saya tandatangani tadi barusan. Angkanya ikutin PP No.78/2015," tutur Basuki, di Balaikota, Kamis (27/10) malam.

Ahok memastikan mengikuti aturan dalam beleid Peraturan Pemerintah (PP) No 78/2015 tentang Pengupahan, meski sebelumnya dalam pembahasan di Dewan Pengupahan DKI Jakarta terkait UMP 2017 sempat berlangsung alot.

Pria yang akrab disapa Ahok tersebut akhirnya menandatangani sendiri Peraturan Gubernur (Pergub) penetapan terkait UMP 2017 tersebut, meskipun sebelumnya sempat menyampaikan penetapan UMP bakal ditandatangani oleh Plt Gubernur DKI Sumarsono.

Pelimpahan kewenangan tersebut dilakukan lantaran Ahok sudah menjalankan cuti kampanye Pilkada DKI 2017, terhitung mulai Jumat (28/10).

Namun, sebelum itu, ternyata dirinya berusaha menyelesaikan segala urusan yang menjadi tanggungjawabnya, sehingga ketika cuti kampanye, sudah berkurang beban pekerjaan yang akan ditangani oleh Sumarsono sebagai Plt Gubernur DKI.

Mengacu pada Sidang Dewan Pengupahan DKI Jakarta pada Rabu (26/10), pemerintah dan pengusaha telah disepakati besaran angka yang akan direkomendasikan kepada Gubernur DKI Jakarta untuk disahkan.

Dewan Pengupahan DKI sepakat merekomendasikan tiga angka yang mewakili masing-masin unsur tripartit dari unsur pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja.

Besaran angka, usulan perwakilan pengusaha dan pemerintah mengacu pada PP No.78/2015 sebesar Rp3.355.750. Sedangkan, angka usulan serikat pekerja sebesar Rp3.831.690, atau naik sebesar 23%, yang mengacu pada survei kebutuhan hidup layak (KHL).

"Serikat pekerja menggunakan formula lama untuk mendapatkan angka tersebut, yakni berdasarkan survey kebutuhan hidup layak pada September 2016 ditambah pertumbuhan dan inflasi Kota Jakarta," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengupahan DKI Jakarta sekaligus Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Priyono mengatakan penetapan UMP DKI akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Rekomendasi besaran UMP sudah diserahkan ke Gubernur. UMP DKI selambat-lambatnya ditetapkan pada 1 November 2016," ucapnya. 

Kementerian Ketenagakerjaan juga meminta seluruh gubernur untuk menetapkan upah minimum secara serentak pada 1 November 2016 dengan mengacu formula pengupahan pada PP No.78/2015 tersebut

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ahok ump dki jakarta
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top