Jakpro Resmi Tunjuk WIKA Garap LRT DKI Jakarta

PT Jakarta Propertindo (Jakpro), badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta yang mendapat penugasan mengerjakan proyek Light Rail Transit (LRT) DKI Jakarta akhirnya secara resmi menunjuk PT Wijaya Karya (WIKA) sebagai kontraktor utamanya.
Puput Ady Sukarno | 21 Desember 2016 18:40 WIB
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Jakarta Propertindo (Jakpro), badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta yang mendapat penugasan mengerjakan proyek Light Rail Transit (LRT) DKI Jakarta akhirnya secara resmi menunjuk PT Wijaya Karya (WIKA) sebagai kontraktor utamanya.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Satya Heragandhi mengatakan membenarkan bahwa PT Wijaya Karya yang terpilih sebagai kontraktor utama proyek prestisius penunjang Asian Games 2018 itu.

"Iya, sudah fix, Wika yang kerjakan. SPMK (surat perintah mukai kerja) ditandatangani secara resmi sejak kemarin (Selasa, 20/12/2016)," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (21/12).

Menurutnya WIKA terpilih karena proses pemilihannya juga menggunakan jasa berdasarkan masukan konsultan internasional yang mengevaluasi semua proposal yang masuk.

"Kita kan punya spesifikasi dan HPS (harga perkiraan sendiri) yang kita mau, nah konsultan internasional inilah yang melakukan review dari semua proposal yang masuk. Dan hasil dari review ini menyatakan bahwa sebaiknya WIKA yang paling pantas," terangnya.

Selain itu, pihaknya juga sangat percaya kalau WIKA bisa merealisasikan proyek tersebut dengan baik, meskipun semua menjanjikan hal serupa.

"Semua menjanjikan kasih harga bagus, solusi bagus, tapi dari semua jawaban mereka, WIKA sangat solid. Dan kita percaya mereka bisa deliver dengan baik," ujarnya.

Satya mengakui tidak segera mengumumkan karena proyek LRT DKI Jakarta ini dinilai sangat strategis, mengingat pekerjaannya sangat erat kaitannya dengan banyak pihak dan sorotan internasional.

Selain itu, pihaknya juga sedang melakukan negosisasi intensif terkait HPS dengan WIKA. Pasalnya, awalnya harga yang ditawarkan lumayan tinggi.

Namun, setelah dilakukan negosisasi secara intensif dalam beberapa waktu terakhir, akhirnya disepakati dan didapati kedua belah pihak bahwa WIKA bersedia menurunkan harganya sesuai dengan HPS dari Jakpro.

"Awalnya harganya memang lumayan tinggi. Tapi, kita lakukan negosiasi secara intensif beberapa waktu terakhir hingga akhirnya bisa diturunkan sesuai dengan HPS kita," ujarnya.

Menururnya, setelah WIKA mendapatkan SPMK, maka sejumlah proses adminsitrasi akan segera diselesaikan sebelum akhir tahun ini, sehingga awal tahun WIKA sudah bisa mulai kebut pekerjaan.

"Setelah kami keluarkan SPMK, sepekan ke depan WIKA juga sudah bisa lakukan beberapa pekerjaan, seperti misalnya mobilisasi orang, kerja pararel, proses dokumentasi kontrak, detail pembayaran, jaminan pelaksanaan, jaminan uang muka, dan lainnya," terangnya.

Pihaknya sangat yakin proyek LRT DKI Jakarta akan dapat selesai dengan baik dan tepat waktu, pasalnya pekerjaan pendahuluan, seperti pembersihan lahan yang sudah dikerjakan sebelumnya pararel dengan pemilihan kontraktor utama proyek tersebut, juga sudah selesai tepat waktu.

Corporate Secretary PT Jakarta Propertindo Achmad Hidayat menambahkan bahwa WIKA mengalahkan delapan badan usaha milik negara (BUMN) Karya lainnya yang sejak semula di undang untuk mengikuti beauty contest atau lelang terbatas.

Dia menerangkan dalam memulainlelang terbatas, Jakpro sudah mengundang sebanyak sembilan BUMN Karya untuk mengikuti proses beauty contest tersebut.

Namun demikian, dari sembilan BUMN Karya tersebut, yang memasukkan penawaran hanya enam perusahaan saja.

"Kemudian yang lolos seleksi adalah tiga BUMN Karya yakni, Waskita Karya, Hutama Karya dan Wijaya Karya. Hingga hasil evaluasi akhir diputuskan pemenangnya adalah Wijaya Karya (WIKA)," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
LRT

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top