Semarak Bunga di Balai Kota

Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (27/4) mendadak menjadi taman bunga.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 26 April 2017  |  19:25 WIB
Semarak Bunga di Balai Kota
Warga melintas di antara karangan bunga untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat di halaman kantor Balai Kota Jakarta, Rabu (26/4). - Antara/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA--Oh Tuhan...Kucinta Basuki...Kusayang Thajaja...Rindu Purnama...Inginkan Badja...

Sebuah lirik lagu milik Anji Drive berjudul Dia itu diubah oleh seorang fans berat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam sebuah karangan bunga berukuran besar. Si pengirim dalam karangan bunga itu tertulis Mami Cantik Puri Mansion Lagi Mellow.

Memang, Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (27/4) mendadak menjadi taman bunga. Aneka karangan bunga dikirim dari berbagai kalangan mulai dari warga, relawan, pendukung, lembaga, perusahaan hingga kolega dan fans Ahok-Djarot.

Bunga-bunga itu dikirimkan sebagai tanda penyemangat untuk Ahok-Djarot yang telah kalah dalam Pilkada DKI oleh pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno versi hitung cepat sejumlah lembaga survey.

Menurut Kepala Biro Umum DKI Jakarta Agustino, total kiriman karangan bunga yang ditempatkan di seluruh lahan Balai Kota mencapai 1.800 buah termasuk ribuan buket bunga kecil yang dipersembahkan untuk Ahok-Djarot.

"‎Sekarang lahan di Balai Kota sudah tidak menampung kiriman bunga. Makanya kami kerahkan petugas untuk mengarakan agar kiriman bunga yang baru diletakan di sepanjang Jalan Merdeka Selatan saja," ujarnya.

Penjual bunga mendadak kebanjiran order sejak kemarin, Selasa (26/4/2017). Pasalnya, para pendukung dan relawan dari berbagai daerah banyak memesan karangan bunga untuk Ahok-Djarot.

Pantauan Bisnis, kiriman karangan bunga untuk Ahok-Djarot telah datang sejak Senin (25/4). Tentu saja ‎hal tersebut membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha bunga di Jakarta dan sekitarnya.

Anto, salah satu pegawai toko bunga asal Tangerang mengatakan hari ini mengirim satu karangan bunga dan buket bunga yang dipesan untuk diletakan di area Balai Kota Jakarta.

"Yang pesan tidak tahu siapa, saya disuruh bos saya untuk antarkan ke sini‎. Kalau untuk harganya sekitar Rp600.000-an," katanya.

Sementara itu, Aga, pegawai toko bunga asal Jakarta Barat mengatakan hari ini dirinya mengirim 16 karangan bunga berukuran besar untuk Ahok-Djarot. Karangan bunga dikirim dari berbagai kalangan.

Menurut Aga, harga karangan bunga yang dipesan melalui tokonya berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1 juta‎. "Total hari ini akan dikirim 20 karangan bunga. Nanti kirim lagi empat," ujarnya.

Dia menambahkan, selama dua hari ini tokonya kebanjiran order. Sebab, rerata per harinya bunga yang terjual rerata mencapai 10 unit saja. "Ya yang namanya pedagang mah kita senang saja," ujarnya.

Jika dihitung-hitung, perputaran uang karangan bunga sejak tiga hari tersebut untuk Ahok-Djarot bisa mencapai Rp900 juta dengan asumsi rerata harga karangan bunga Rp500.000. Bahkan bisa mencapai Rp1 miliar jika ditambah dengan buket bunga kecil.

Belum lagi, diperkirakan kiriman bungan akan terus berdatangan hingga akhir pekan ini. Agustino mengatakan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan terus mengarakan agar masyarakat meletakan karangan bunga di lokasi lain yang masih di area Balai Kota.

Namun, ada juga karangan bunga yang mulai rusak karena jatuh tertiup angin.‎ Para warga juga banyak yang mencopot bunga untuk dibawa ke rumahnya masing-masing.

Salah satu relawan Badja asal Sidney Australia, Livi Krisno mengaku kecewa karangan bunga untuk Ahok-Djarot yang di simpan di depan Balai Kota dirusak orang tak bertanggung jawab.

Padahal, dia sengaja mengirim bunga tersebut bersama relawan lain sebagai tanda simpati kepada Ahok-Djarot meskipun harus menerima kekalahan di Pilkada DKI.

"Kemarin kami sudah kirim karangan bunga, tapi di simpan di luar area Balai Kota karena di dalam sudah tidak memungkinkan lagi tempatnya. Eh ada yang merusak," paparnya.

Ribuan karangan bunga untuk Ahok-Djarot tersebut juga menjadi berkah tersendiri bagi warga yang ingin bertemu Ahok. Diperkirakan ribuan warga pada Rabu (27/4) mendatangi Balai Kota hanya untuk bersilaturahmi dengan Ahok.

Rusmiati, warga Rusunawa Pinus Elok, Jakarta Timur Balai Kota untuk bertemu dengan Ahok. Dia ingin mengucapkan terima kasih kepada Ahok yang selama ini dinilai telah membantu masyarakat kecil seperti dirinya.

"Saya sedih Pak Ahok kalah. Tapi mau bagaimana lagi takdirnya sudah begitu. Tapi saya senang bisa salaman dan berfoto bersama Pak Ahok‎ apalagi pulangnya bawa bunga," paparnya.

Hingga sore sekitar pukul 16.00 WIB, warga yang sedari pagi datang ke Balai Kota masih menunggu Ahok. Mereka pergi setelah satu persatu berhasil bersalaman dan berfoto bersama Ahok.

Ahok sendiri mengaku senang melayani warganya yang antre hanya untuk berfoto dan bersalaman. Meskipun, dia sempat meminta maaf karena harus bekerja melaksanakan tugas yang menumpuk di ruangannya.

Dia sendiri mengaku bingung bagaimana membalas semua karangan bunga yang dikirimkan padanya dan Djarot. Dia juga tidak berencana untuk melihat satu persatu karangan bunga yang dikirimkan.

"Kami akan foto saja bunganya nanti simpan di Facebook agar melihat-lihatnya gampang," paparnya.

Ahok mengaku terharu dengan kiriman bunga yang dipersembahkan pada dirinya. Sebab, berbagai macam bunga yang dikirimkan ‎dibuat dengan kata-kata unik yang membuat haru.

Beberapa contoh karangan bunga tertulis unik. Misalnya, "Bapak Ahok-Djarot, Kalau Aku Disuruh untuk Melupakanmu, Aku Mau ke Kelurahan dulu Minta Surat Keterangan Tidak Mampu," demikian kiriman dari ISP Grup.

Ada juga karangan bunga yang cukup puitis bertuliskan, "Walaupun Ratusan Purnama Berlalu, Basuki Tjahaja Purnama Selalu di Hati."

"Saya tidak ingin menangis, kalau menangis nanti disangka sandiwara. Yang jelas warga banyak memberi penyemangat agar saya sabar dan tabah," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
balai kota, ahok-djarot

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top