Peserta BPJS Kesehatan Bisa Dilayani Seluruh Klinik di Depok. Akhir 2017 Ditarget 100%

Seluruh klinik di Depok hingga akhir 2017 ditargetkan dapat melayani BPJS Kesehatan, sedangkan hingga saat ini sudah sekitar 90 persen klinik yang menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Newswire | 21 Juni 2017 19:53 WIB
Ilustrasi - Antara/Rahmad

Bisnis.com, DEPOK -Pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan akan semakin mudah di Kota Depok, Jawa Barat.

Seluruh klinik di Depok hingga akhir 2017 ditargetkan dapat melayani BPJS Kesehatan, sedangkan hingga saat ini sudah sekitar 90 persen klinik yang menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Ketua Asosiasi Klinik (Asklin) Kota Depok, Fakhrur Razi di Depok, Rabu (21/6/2017) mengatakan untuk mewujudkan target tersebut, pihaknya akan mendorong setiap klinik yang menjadi anggotanya, agar segera menyelesaikan proses pengajuan kerja sama dengan pihak BPJS Kesehatan.

"Jadi salah satu fokus kepengurusan Asklin Depok periode 2017 - 2020 adalah agar membantu proses pengajuan kerjasama oleh anggota kami tersebut," ujar Fakhrur.

Lebih lanjut, Fakhrur menuturkan, selain mendorong penyelesaian pengurusan kerjasama, pihaknya juga akan membantu setiap klinik yang ada di Kota Depok untuk memenuhi sejumlah kriteria agar dapat dikatakan sebagai klinik ideal.

"Idealnya, sebuah klinik minimal memiliki dua dokter umum dan satu orang dokter gigi," jelasnya.

Kemudian untuk layanan pengobatannya diupayakan satu atap atau satu pintu, serta bentuk pelayanannya terhadap masyarakat dilakukan dengan cepat, tambah Fakhrur.

Meningkatnya fasilitas kesehatan di Depok turut membuat derajat kesehatan warga semakin membaik.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Noerzamanti Lies mengatakan sebanyak 80% warga Kota Depok kondisinya sehat.

Ia mengatakan, fasilitas kesehatan yang ada relatif terjangkau oleh masyarakat dan mudah diakses.

Sedangkan untuk rujukan, dibutuhkan lebih banyak lagi rumah sakit milik pemerintah di Kota Depok, selain RSUD Kota Depok dan rencana RSUD baru yang akan dibangun di wilayah Tapos.

"Mayoritas gangguan kesehatan yang dialami warga Depok adalah infeksi saluran pernafasan, ini mungkin karena pengaruh polusi udara," ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Depok Mohammad Idris mengaku akan terus mengawal peningkatan derajat kesehatan warga Kota Depok.

Selain peningkatan fasilitas seperti BPJS Kesehatan dan rencana pembangunan RSUD baru, Pemkot Depok juga meningkatkan upaya preventif dengan berbagai penyuluhan dan aktivitas yang menyehatkan jasmani.

"Semua kemajuan di bidang kesehatan ini adalah salah satu jalan untuk mewujudkan Depok Healty City," ujar Idris.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpjs kesehatan, depok

Sumber : Antara
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top